Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2026-01-05 at 18.03.31.jpeg
Tendangan kungfu yang dilakukan pemain Putra Jaya Pasuruan kepada pemain Perseta 1970. IDN Times/istimewa

Intinya sih...

  • Pelanggaran sangat brutal dan membahayakan pemain

  • Firman baru bergabung Perseta 1970 Tulungagung di babak 32 besar

  • Serahkan penanganan kasus dan langkah hukum kepada manajemen

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tulungagung, IDN Times - Pengurus Askab PSSI Tulungagung mengecam keras insiden tendangan kungfu yang menimpa pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha. Gelandang tersebut ditendang oleh pemain Putra Jaya Pasuruan, M Hilmi Gimnastiar dalam pertandingan yang babak 32 besar grup CC Liga 4 Jawa Timur, yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan. Tindakan yang tidak menunjukkan sportivitas tersebut menyebabkan Firman mengalami retak tulang rusuk kiri bagian bawah.

1. Pelanggaran sangat brutal dan membahayakan pemain

Pemain Perseta 1970 saat ditandu keluar lapangan.IDN Times/istimewa

Ketua Askab PSSI Tulungagung, Ahmad Baharudin mengatakan aksi pemain Putra Jaya Pasuruan tersebut sangat brutal dan dilakukan secara sengaja sehingga membahayakan keselamatan pemain lainnya. Pelanggaran keras tersebut sudah melampaui batas kewajaran dalam sepak bola dan tidak bisa hanya diselesaikan dengan kartu merah dari wasit. "Kalau melihat kejadiannya itu sangat brutal dan sengaja," ujarnya, Rabu (7/01/2026).

2. Firman baru bergabung Perseta 1970 Tulungagung di babak 32 besar

Hasil rontgen retak tulang rusuk yang dialami pemain Persik 1970 Tulungagung. IDN Times/Bramanta Pamungkas

Firman sendiri diketahui baru bergabung dengan Perseta 1970 Tulungagung di babak 32 besar ini. Sebelumnya pemain asal Kediri tersebut memperkuat tim lain di ajang Liga 4. Setelah tim tidak lolos babak 32 besar, Firman direkrut dan bermain untuk Perseta 1970 Tulungagung. Bahrudin menyebut kondisi Firman kini berangsur pulih. Meski begitu pihaknya meminta tim untuk tidak menurunkannya. "Anaknya sempat ngotot ingin bermain lagi, tapi kita larang karena masih dalam masa observasi juga," tuturnya.

3. Serahkan penanganan kasus dan langkah hukum kepada manajemen

Pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha menunjukkan bekas tendangan lawan. IDN Times/istimewa

Saat disinggung mengenai rencana manajemen Perseta 1970 Tulungagung untuk membawa kasus ini ke ranah hukum, Baharudin mendukungnya. Selaku Ketua Askab pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini ke pihak manajemen. Meski telah mendapatkan sanksi dari Komdis Asprov PSSI Jawa Timur, namun jika mau dilaporkan ke pihak berwajib itu merupakan wewenang manajemen. "Kita mendukung rencana tersebut, sepenuhnya keputusan manajemen seperti apa kita mendukungnya," pungkasnya.

Editorial Team