Malang, IDN Times - Usai tampil impresif dengan membantai Isen Mulang Kalteng FC di laga perdana Super League 2026/2027, performa Arema FC mendadak menurun dengan gagal menang di 3 laga. Apalagi 2 laga diantaranya bermain di Stadion Kanjuruhan, membuat Aremania kecewa dengan hasil yang diraih tim kesayangannya.
Aremania Kecewa Performa Arema, Tuntut Kemenangan dari Garudayaksa

Take a Deeper Read
1. Aremania menuntut Arema FC menang di laga selanjutnya menghadapi Garudayaksa
Presidium Aremania, Ali Rifki mengakui jika hasil yang diraih oleh Arema FC belakangan ini membuat Aremania kecewa, apalagi mereka yang datang mendukung langsung di Stadion Kanjuruhan. Oleh karena itu, ia mengharapkan Singo Edan segera berbenah. Kemudian mendapat hasil positif saat bertandang ke Stadion Pakansari Bogor untuk bersua Garudayaksa FC pada Sabtu (17/10/2026) mendatang.
"Semoga pelatih segera mendapatkan inspirasi yang luar biasa terhadap pola dan taktik yang akan dijalani selama 30 pertandingan berikutnya. Kita sebagai suporter yang tidak ikut menggaji, ini bisanya cuma berharap (memang)," terangnya pada Kamis (15/10/2026).
2. Jumlah penonton Arema FC semakin menurun seiring prestasi tim yang mengecewakan
Laga antara Arema FC menghadapi Bhayangkara FC pada Sabtu (10/10/2026) mencatatkan rekor penonton paling sedikit sepanjang 3 laga kandang di Super League 2026/2027. Tercatat hanya 1.528 orang saja yang datang ke Stadion Kanjuruhan untuk mendukung Singo Edan. Ali melihat fenomena ini karena prestasi tim yang terus mengecewakan, membuat Aremania malas datang ke stadion.
"Jangan sampai yang tadinya Marcos out, jadinya suporter out. Artinya suporter karena kecewa akhirnya malas nonton, itu yang tidak kita harapkan. Jadi, ayo bareng-bareng kita semangati tim kita, tim kebanggaan kita Arema FC untuk bisa selalu meraih 3 poin," jelasnya.
3. Respons Ali Rifki terkait seruan Marcos Out
Sejak hasil imbang yang diraih Arema FC saat menghadapi Bhayangkara FC, seruan agar Pelatih Arema FC, Marcos Santos, agar dipecat semakin lantang. Seruan ini gencar diserukan oleh Aremania lewat media sosial, menyebabkan dinamika antara tim dan suporter semakin rumit.
"Kalau saya kan tadi sudah saya sampaikan, yang gaji pelatih ini bukan saya, saya hanya suporter. Untuk urusan (pelatih) out atau in atau apa ya itu urusan manajemen," pungkasnya.
Curated For You
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- Lagi-lagi Arema FC Temukan Striker Asing Mematikan14 Oct 2026, 13:52 WIB
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB