Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Laga Arema FC melawan Semen Padang di Stadion Kanjuruhan. (Dok. Media Officer Arema FC)
Laga Arema FC melawan Semen Padang di Stadion Kanjuruhan. (Dok. Media Officer Arema FC)

Malang, IDN Times - Arema FC menjalani laga terakhir Liga 1 Musim 2024/2025 dengan menghadapi Semen Padang di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (24/5/2025). Laga ini berkesudahan dengan kemenangan untuk Kabau Sirah dengan skor 0-2 berkat gol Filipe Chaby dan Muhamad Ridwan. Hasil ini memastikan Semen Padang bertahan di Liga 1 musim depan.

1. Pelatih Arema FC kritik penyelesaian akhir timnya

Pelatih Arema FC, Ze Gomes. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Pelatih Arema FC, Ze Gomes menyampaikan jika pada babak pertama pertandingan berjalan seimbang. Pada babak kedua, Arema FC memiliki setidaknya 4 peluang mencetak gol, tapi Dalberto Luan Bello tampil melempem di Stadion Kanjuruhan. Bukannya mencetak skor, Arema FC justru ditekuk dengan dua gol tim tamu pada babak kedua.

"Latihan persiapan Arema bagus, tetapi ketika bermain dan dapat peluang banyak di babak kedua belum berhasil, mungkin kami kurang beruntung," terangnya usai pertandingan.

Gomes juga mengatakan kalau Arema FC biasanya bermain dengan formasi 4-3-3, tetapi sore hari ini Singo Edan memakai strategi 3 bek karena ada 2 striker yang dipasang di depan yaitu Dalberto dan Charles Lokolingoy. Tetapi ia mengakui ada banyak ruang kosong di lini tengah yang tidak ada yang menutup, ini yang dimanfaatkan anak-anak asuhan Eduardo Almeida.

2. Dipimpin wasit asing, Ze Gomes tak ada masalah

Pelatih Arema FC, Ze Gomes (kanan) dan Bek Arema FC, Ikhsan Lestaluhu. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Sesuai permintaan Penasihat Tim Semen Padang, Andre Rosiade, pertandingan antara Arema FC melawan Semen Padang dipimpin oleh wasit asing. Wasit asal Yordania, Adham Makhadmeh yang memimpin sepanjang 90 menit pertandingan.

"Tidak ada masalah di wasit. Persoalan kami ada di penyelesaian peluang yang sebenarnya banyak," ujar Gomes.

3. Pemain Arema FC minta maaf 2 kali main di Kanjuruhan, semuanya berakhir kekalahan

Pelatih Arema FC, Ze Gomes (kanan) dan Bek Arema FC, Ikhsan Lestaluhu. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Bek muda Arema FC, Ikhsan Lestaluhu memohon maaf kepada Aremania karena kembalinya Arema FC ke Stadion Kanjuruhan tidak ditandai dengan hasil yang baik. Bagaimana tidak, 2 kali mereka bermain di Kanjuruhan musim ini, semuanya berakhir dengan kekalahan. Tapi menurutnya, semua pemain sudah bekerja keras, tapi memang hasilnya tidak sesuai ekspektasi.

"Pemain semua sudah bekerja keras, persiapan dan latihan sidahmantap, kami mengikuti instruksi pelatih. Tetapi hasil ini akan jadi pelajar buat kami supaya terus bekerja keras," pungkasnya.

Hasil ini sendiri membuat Arema FC mengakhiri musim ini di peringkat 10 dengan koleksi 47 poin. Sementara Semen Padang selamat dari zona degradasi dengan berakhir di peringkat 13 setelah mengoleksi 36 poin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team