Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Idntimes.com
Arema FC saat bertemu Dewa United di Banten International Stadium (BIS). (Dok. Media Officer Arema FC)

Intinya sih...

  • Pelatih Arema FC sebut lini depan sulit mencetak gol

  • Arema FC tidak bisa terus berada di peringkat 10

  • Pemain-pemain Arema FC sedih tak bisa persembahkan kemenangan untuk Kuncoro

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Malang, IDN Times - Arema FC memulai putaran kedua Super League 2025/2026 dengan hasil kurang memuaskan, mereka kalah dari Dewa United dengan skor 2-0 pada Senin (26/1/2026) malam. Singo Edan kalah lewat 2 gol Alex Martins Ferreira di menit 4 dan 43.

1. Pelatih Arema FC sebut lini depannya sulit memanfaatkan peluang menjadi gol

Pelatih Arema FC, Marcos Santos. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Pelatih Arema FC, Marcos Santos mengungkapkan jika mereka telah mempersiapkan pertandingan ini selama 14 hari, tapi gol penalti Alex di menit keempat membuat konsentrasi timnya buyar. Belum sempat bangkit untuk menyamakan kedudukan, mereka kembali kebobolan tepat sebelum babak pertama berakhir. Sementara di babak kedua, mereka gagal memanfaatkan peluang untuk mencetak satupun gol.

"Jadi dari pertama di liga kita memang sering dapat peluang, tapi sulit mencetak gol. Tapi permainan kita sama dengan lawan, kami kedatangan Gabi (Gabriel Silva) dan (Gustavo) Franca yang bisa bawa Arema ke depan bisa lebih kuat," terangnya pada Selasa (27/1/2026).

Kekalahan ini diakui Marcos sangat mengecewakan, pasalnya ia ingin mempersembahkan kemenangan untuk Aremania. Selain itu, ia ingin memberikan kemenangan usai mereka kehilangan Kuncoro.

"Saya minta maaf ke Aremania, juga karena Aremania sedih kehilangan Kuncoro, jadi di situ sulit. Tapi terima kasih kerja keras pemain, Rifa'i, Betinho, Guevara, hari ini Gustavo (Franca) sama Gabriel juga bagus dan bawa tim kami bermain lebih siap lagi," ujarnya.

2. Arema FC tidak bisa terus berada di peringkat 10

Arema FC saat bertemu Dewa United di Banten International Stadium (BIS). (Dok. Media Officer Arema FC)

Lebih lanjut, Marcos menyampaikan jika kekalahan ini tidak bisa terus berlanjut di pertandingan selanjutnya. Pasalnya mereka telah melakukan evaluasi besar-besaran sebelumnya, sehingga harus membalas kekalahan ini dengan kemenangan di pertandingan selanjutnya.

"Evaluasi datang pemain dari presiden juga sudah bawa pemain untuk bisa lebih kuat, Arema tim besar tidak bisa berada di posisi klasemen 10 ke bawah," jelasnya.

Kekalahan ini sekaligus membuat Singo Edan turun satu peringkat ke peringkat 11 di papan klasemen Super League 2025/2026 dengan koleksi 21 poin dari 18 pertandingan. Mereka digeser Dewa United yang naik ke peringkat 10 dengan koleksi 23 poin dari 18 pertandingan.

3. Pemain-pemain Arema FC sedih tak bisa persembahkan kemenangan untuk Kuncoro

Arema FC saat bertemu Dewa United di Banten International Stadium (BIS). (Dok. Media Officer Arema FC)

Sementara itu, Bek Arema FC, Anwar Rifa'i mengatakan jika ia sangat sedih karena gagal mempersembahkan kemenangan untuk mendiang Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro. Arema FC berangkat ke Banten dengan membawa semangat Kuncoro, sayang mereka justru kalah dsri tuan rumah.

"Yang pertama kami meminta maaf ke Aremania karena belum bisa memberi yang terbaik buat Aremania. Kami minta maaf ke almarhum Coach Kuncoro, ini pertandingan yang sulit, tapi kita sudah melakukan semaksimal mungkin, kita kerahkan tenaga kita tapi hasilnya belum memihak ke kita, mohon maaf ke Aremania dan almarhum Coach Kuncoro," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team