Malang, IDN Times - Arema FC melanjutkan hasil negatif di Derby Jawa Timur, setelah sebelumnya dipermalukan Persebaya Surabaya, kini Singo Edan kembali menelan kekalahan dari Persik Kediri di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik. Arema FC kalah dengan skor 3-2, tiga gol Macan Putih dicetak oleh Ernesto Gómez dan Telmo Castanheira, sementara Arema FC hanya mampu cetak 2 gol lewat Dalberto Luan Bello dan Walisson Maia.
Arema FC Lanjutkan Tren Kekalahan di Derby Jawa Timur

1. Pelatih Arema FC harus ngamuk terlebih dahulu agar pemain-pemainnya bangkit di babak kedua
Pelatih Arema FC, Marcos Santos mengungkapkan jika pemain-pemainnya masih terpengaruh dari kekalahan menghadapi Persebaya sebelumnya, sehingga pada babak pertama mereka bermain tidak sesuai dengan strategi yang ia buat. Ini menyebabkan Persik langsung unggul 3 gol di babak pertama. Baru di babak kedua Arema FC mampu bangkit, tapi mereka hanya mampu mencetak 2 gol dan gagal terhindar dari kekalahan.
"Di jeda babak pertama pertandingan ini, saya harus menegur para pemain agar memberikan reaksi dan bisa masuk ke dalam permainan. Jika tidak, kita akan kembali menanggung malu seperti pertandingan sebelumnya," terangnya usai pertandingan pada Minggu (3/5/2026).
2. Pelatih Arema FC merasa pemain-pemainnya terlalu santai
Arema FC dipastikan terhindar dari zona degradasi musim ini. Tapi Marcos menilai jika hasil ini membuat pemain-pemainnya terlalu santai di sisa laga Super League 2025/2026. Ia merasa para pemain tidak boleh terbuai dengan hasil ini, pasalnya mereka memiliki hutang kepada Aremania, sehingga hutang ini harus dibayar dengan kemenangan.
"Di sisa pertandingan ini, kita harus tetap mengincar kemenangan untuk memperbaiki posisi di klasemen. Selain itu, ini juga menjadi ajang observasi pemain untuk musim depan, untuk melihat siapa saja yang layak dipertahankan atau tidak," tegasnya.
3. Walisson Maia merasa pemain-pemain Singo Edan tidak memiliki semangat menang
Bek asing Arema FC, Walisson Maia mengakui jika permainan mereka sangat buruk di babak pertama hingga membuat lawan bisa mencetak 3 gol tanpa balas. Mereka baru bisa mulai bangkit di babak kedua, itupun harus merasakan amukan Marcos Santos lebih dulu.
"Kami tidak memiliki semangat yang seharusnya dibawa dalam sebuah pertandingan klasik, sama seperti pertandingan sebelumnya. Di babak kedua kami mencoba bangkit dan sempat memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan. Sekarang saatnya menegakkan kepala, melupakan hasil ini, mengevaluasi kesalahan, dan fokus berlatih untuk pertandingan berikutnya," pungkasnya.