Malang, IDN Times - Setelah terombang-ambing antara ikut atau tidaknya Arema FC dalam ajang Piala Presiden 2025, PSSI akhirnya memutuskan untuk mengundang Singo Edan pada kompetisi pra-musim ini. Arema FC diundang sebagai juara bertahan tahun lalu bersama 5 tim lainnya. Kompetisi ini akan dimulai pada 6 Juli 2025 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Arema FC Dipastikan Kembali Berlaga di Piala Presiden 2025

Intinya sih...
Arema FC akan mempertahankan gelar Piala Presiden 2025
Tim yakin kehadiran tim luar negeri akan membuat kompetisi lebih kompetitif
Piala Presiden penting untuk kepercayaan diri tim dan memiliki makna yang penting bagi Arema FC
1. Arema FC akan pertahanan gelar Piala Presiden 2025
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi menegaskan jika Singo Edan siap mempertahankan gelar Piala Presiden. Arema FC ingin menegaskan dominasi pada ajang ini untuk kelima kalinya. "Kami sangat ingin mempertahankan gelar yang sudah kami raih empat kali. Ini adalah turnamen penting bagi kami untuk mempersiapkan tim sebelum kompetisi resmi bergulir," terangnya saat dikonfirmasi pada Sabtu (14/6/2025).
Yusrinal menjelaskan kalau Piala Presiden 2025 akan diikuti oleh 6 tim elit, yang terdiri dari 2 klub internasional dan 4 tim lokal. Empat tim lokal diantaranya Arema FC, Persib Bandung, Dewa United, dan Liga Indonesia All Star. Sementara peserta internasional yang akan meramaikan persaingan adalah Oxford United (Inggris) dan Port FC (Thailand).
2. Arema FC yakin kehadiran tim luar negeri akan membuat kompetisi ini jadi makin kompetitif
Yusrinal mengungkapkan kalau mereka akan mulai melakukan latihan untuk persiapan Piala Presiden 2025 pada 16 Juni 2025. Fokus utama latihan akan melibatkan perpaduan antara pemain-pemain muda berbakat yang baru bergabung dengan tim, serta kedatangan sejumlah pemain baru potensial. Ajang Piala Presiden 2025 ini juga akan menjadi kesempatan krusial bagi tim pelatih untuk menyeleksi pemain-pemain terbaik sebelum musim kompetisi resmi dimulai.
"Kami yakin kehadiran tim-tim kuat, baik dari dalam maupun luar negeri, menjanjikan persaingan yang sengit dan tontonan menarik bagi para pecinta sepak bola Tanah Air. Dengan pengalaman empat kali juara, Arema FC optimistis dapat kembali menunjukkan performa terbaik dan membuktikan diri sebagai yang terkuat di Piala Presiden 2025," tegasnya.
3. Arema FC tegaskan Piala Presiden penting untuk kepercayaan diri tim
Sementara itu, Direktur Operasional Arema FC, Sudarmaji mengungkapkan jika Piala Presiden 2025 memiliki makna yang penting bagi Arema FC. Pasalnya Arema FC telah mendominasi kompetisi ini dengan capaian 4 kali juara pada periode 2017, 2019, 2022, dan 2024. Menurutnya, Piala Presiden selalu menjadi panggung spesial bagi Singo Edan.
"Nyaris seluruh kota berpesta. Konvoi juara yang melintasi jalan-jalan utama, sorak sorai Aremania yang tak henti, hingga obrolan di warung kopi yang tak lepas dari ulasan pertandingan. Ini bukan hanya tentang sepakbola semata, ini adalah ekstasi, kegembiraan yang merasuk ke setiap sudut kehidupan masyarakat Malang," paparnya.
Sudarmaji juga mengatakan jika Tragedi Kanjuruhan telah membawa trauma yang harus dihadapi, duka yang harus dipeluk, dan pertanyaan besar tentang bagaimana melanjutkan langkah. Kemudian di tengah upaya bangkit dari tragedi, Arema FC juga terus diguncang dualisme yang sensitif. Keberadaan 2 klub dengan nama Arema, meski bermain di kasta berbeda, selalu menjadi isu yang membayangi.
"Dengan segala keterbatasan, beban psikologis yang berat, dan goncangan dualisme, Arema FC mampu bangkit. Dukungan tak putus dari Aremania, meskipun dalam suasana yang berbeda, menjadi energi utama. Klub berbenah, pemain berjuang, dan manajemen berupaya keras untuk menjaga asa. Puncaknya, pada tahun 2024, Arema FC kembali meraih juara di turnamen yang prestisius. Ini bukan hanya sekadar trofi; ini adalah simbol kebangkitan, penawar luka, dan bukti bahwa semangat juang tak akan padam meski badai menerjang. Kemenangan ini menjadi pesan kuat: Arema itu kuat, Arema itu bersatu, dan Arema akan selalu bangkit," pungkasnya.