Surabaya, IDN Times - Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) menggelar talkshow bersama Ex-analyst EVOS Legends, Ade Setiawan dan Ex-coach Alter Ego, Nafari di Atrium Tunjungan Plaza 3, Surabaya, Jumat (9/1/2026).
‘Coaching Clinic: Understanding Better Gameplay and Strategy’ tersebut merupakan rangkaian acara MLBB Goes to School, atau turnament esport di tingkat SD dan SMP.
Ex-analyst EVOS Legends, Ade Setiawan membuka talkshow dengan menjelaskan, pertemanan merupakan pondasi yang perlu dibangun dalam mendalami game MLBB bagi siswa sekolah.
“Biasanya pondasi belajar MLBB itu, berawal dari teman yang juga suka. Biasanya di umur segini kan mereka bermain game ketika free time, sisanya mereka harus sekolah dan mengerjakan tugas,” kata Ade, saat talkshow, di Atrium Tunjungan Plaza 3, Surabaya, Jumat (9/1/2026).
“Pondasinya ketika bermain di luar game, pondasinya mereka bisa mengerti ketika ketemu sama teman-temannya mereka, bisa mengobrol, mau hero apa, bisa disesuaikan,” tambahnya.
Ade melihat, sejumlah besar siswa SD dan SMP sudah bisa bermain MLBB. Mereka bisa semakin mengasah keterampilannya itu ketika sudah memasuki jenjang SMA.
“Mereka ini sudah di momen yang tepat untuk belajar sedikit demi sedikit, jadi nanti masuk SMA atau kuliah, bisa meneruskan menjadi player profesional di masa depannya,” ujarnya.
Kemudian, Ade mencontohkan, ada tiga posisi pemain yang membutuhkan komunikasi dalam pertemanan dan memiliki tanggung jawab besar, yakni Mid Lane, Roamer dan Jungler.
“Tiga lane ini sepaket biasanya, sudah pasti mereka ini ‘bro’ banget di luar. Coba saja belajar main hero support karena kan membutuhkan teamwork, kaya Estes, Lolita. Makanya aku selalu bilang trio Mid Lane ini jantungnya, perannya penting banget, belajar koordinasi, buka map-nya bagaimana, kumpulnya kapan, ini perlu kombinasi,” katanya.
Lebih lanjut, Ade mendukung adanya program MLBB Goes to School tersebut. Menurutnya, acara itu bisa digunakan sebagai ajang mencari pemain profesional di masa mendatang.
“Program ini saya melihat regenerasinya sangat besar, nah generasi yang sekarang ini bisa diambil dari turnamen di tingkat anak-anak SD dan SMP. Mereka juga bisa tetap sekolah, belajar dan memikirkan masa depannya,” ujarnya
Sementara itu, Ex-coach Alter Ego, Coach Nafari mengungkapkan, para pemain game MLBB di tingkat SD dan SMP, bisa mulai mengasah permainan dengan meningkatkan komunikasi dengan teman.
“Tujuan utama kalian itu bagaimana caranya bermain tim, bukan fokus ke mekanik, kayak jago main pedang Ling, main kabel Fanny. Bukan masalah itu saja,” ucap Nafari.
Pria yang juga pernah melatih di salah satu tim Malaysia, Todak itu menyebut, yang harus dipelajari untuk menjadi pemain profesional adalah bisa meredam sisi egois dalam tim.
“Kalian harus belajar kontrol ego kalian, belajar mendengarkan tim match, kasih tahu tim match kalian gimana caranya diterima, dengerin coach kalian. Jadi bukan tentang passion saja, ujungnya game ini tim bukan individu,” jelasnya.
Nafari menjelaskan, MLBB memiliki masa depan yang jelas bagi para pemainnya. Sebab, dia sudah bertemu banyak orang yang sukses karena mengasah keterampilannya.
“Menurut saya dengan adanya program ini sangat bagus bagi anak-anak, karena ada guru yang membimbing mereka, bukan cuman bermain saja. Tapi bisa mengingatkan kerjain tugasnya, biar mereka enggak kelewatan juga,” ucapnya.
"Kalau masa depan, sekarang orang sukses dengan game banyak, kita enggak ngomong satu nama. Orang tua enggak usah khawatir, kalau mau ke tingkat profesional jalan itu banyak, jadi menurut saya positif sekali program ini,” tutupnya.
