Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
20260204_163025.jpg
Pemain Pertamina Enduro, Megawati Hangestri Pertiwi. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Intinya sih...

  • Megawati melihat level Indonesia belum bisa bersaing di Asia, butuh pengembangan lebih jauh.

  • Unek-unek Megawati untuk pejabat di PBVSI dan Kemenpora terkait pembentukan timnas yang mendadak.

  • Indonesia harus melewati Vietnam dulu sebelum bicara level Asia menurut Megawati.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Malang, IDN Times - Tim Nasional (Timnas) Bola Voli Putri Indonesia kini menjadi perhatian masyarakat. Ini tidak terlepas dari viralnya sosok Megawati Hangestri Pertiwi yang sempat menjadi bintang di tim voli Korea Selatan, Red Spark. Kini Megawati pulang ke Indonesia untuk memperkuat Jakarta Pertamina Enduro, ia juga membeberkan unek-unek sebagai pemain Timnas Bola Voli Putri Indonesia.

1. Pernah main di liga tertinggi Korea Selatan, Megawati melihat level Indonesia belum bisa bersaing di Asia

Pemain Pertamina Enduro, Megawati Hangestri Pertiwi. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Megawati melihat jika Timnas Bola Voli Putri Indonesia nasih perlu adanya pengembangan lebih jauh, apalagi belum banyak pertandingan untuk menakar seberat kekuatan mereka saat ini. Tapi ia menilai jika kekuatan Indonesia belum bosa bersaing di tingkat Asia, apalagi setelah ia bermain di Kore Selatan, menurutnya banyak negara yang terus berkembang meski telah menjadi tim kuat.

"Karena ini level kita masih di Asia Tenggara, kalau Asia kita masih ketinggalan. Karena kita butuh banyak bertanding dan berkumpul," terangnya pada Jumat (6/2/2026).

2. Unek-unek Megawati untuk pejabat di PBVSI dan Kemenpora

Megawati (jersey biru laut) saat bertanding bersama Jakarta Pertamina Enduro. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Megawati juga menumpahkan unek-unek untuk pejabat di Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ia meminta agar pemain-pemain timnas todak dikumpulkan dalam waktu mendadak, ia mengungkapkan jika selama ini tim dibentuk hanya dalam jangka waktu 2 bulan bahkan 1 minggu. Menurutnya, pembentukan tim dalam waktu sesingkat ini tidak akan membawa timnas ke mana-mana.

"Kemudian yang terpenting jangan banyak gonta-ganti pemain. Karena itu yang membuat kita kehilangan chemistry. Karena gak segampang itu membangun chemistry. Kalaupun semua kemain bintang, gak akan bisa membangun chemistry dalam waktu singkat. Karena ini permainan tim," tegasnya.

3. Megawati menilai, Indonesia harus melewati Vietnam lebih dulu, baru bicara level Asia

Pevoli timnas Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi saat berlatih di GOR Voli Indoor Sumut (IDN Times/Doni Hermawan)

Lebih lanjut, Megawati menilai jika tidak ada cara instan untuk prestasi olahraga bola voli di Indonesia. Sebelum masuk ke persaingan level Asia, lebih dulu mereka harus melewati level Asia Tenggara lebih dulu.

"Lebih diperhatikan dulu atlit-atlitnya. Sekarang yang terpenting bisa bersaing dengan Vietnam dulu lah, jangan jauh-jauh dulu," pungkasnya.

Editorial Team