Charles Lokolingoy usai membobol gawang PSM Makassar. (Dok. Media Officer Arema FC)
Kedatangan Charles Lokolingoy memang menjadi harapan Aremania, memiliki badan besar, kecepatan, dan skill mengolah bola. Ia mengingatkan kita pada sosok Greg Nwokolo saat menyisir lini serang sebelah kanan Arema FC. Tapi pada awal musim ia tampak seret gol karena kesulitan mengalirkan bola. Ia gagal membuat kerjasama apik dengan Gustavo Almeida, sehingga serang kerap pupus dari kakinya. Ia juga kerap kali mengalami cedera sehingga posisinya tergusur oleh Dendi Santoso.
Tapi kedatangan Widodo Cahyono Putro tampaknya jadi peruntungan baginya, pelatih asal Cilacap ini melihat potensilain darinya. Pada sisa 10 laga Arema FC, Lokolingoy digeser menjadi striker murni. Ternyata posisi ujung tombak sangat cocok dengan tubuh tinggi besarnya. Tidak hanya mencetak gol dari kaki, ia juga unggul dalam duel udara. Ia bahkan menyingkirkan Gilbert Alvarez yang direkrut pada pertengahan musim untuk menggantikan Gustavo Almeida yang hengkang ke Persija Jakarta.
Sepanjang Liga 1 Musim 2023/2024, Charles Lokolingoy telah bermain sebanyak 28 pertandingan. Pria 27 tahun ini mencatatkan 10 gol dan 1 assist. Arema FC harusnya tidak lagu pusing mencari sosok striker musim depan.