Madiun, IDN Times – Wali Kota Madiun, Maidi, terlihat meninggalkan Markas Kepolisian Resor (Polres) Madiun tanpa memberikan keterangan kepada awak media, Senin sore (19/1/2025). Sikap bungkam orang nomor satu di Kota Pendekar itu memicu tanda tanya.
Pantauan di lokasi, Maidi keluar dari lobi Mako Polres Madiun sekitar pukul 17.00 WIB. Ia tampak mengenakan masker, topi, dan jaket saat berjalan cepat menuju kendaraan yang telah menunggunya. Sejumlah wartawan yang sejak sore menanti di area Polres sempat mencoba menyapanya dan meminta pernyataan. Namun, Maidi hanya melambaikan tangan singkat tanpa menghentikan langkahnya, lalu langsung masuk ke dalam mobil.
Hingga yang ia meninggalkan Mapolres, tidak ada pernyataan resmi yang disampaikan terkait tujuan maupun hasil kedatangannya. Aparat kepolisian yang berada di lokasi juga belum memberikan penjelasan kepada media mengenai agenda pemeriksaan atau klarifikasi tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kali ini, operasi senyap tersebut digelar di Kota Madiun, Jawa Timur, pada Senin (19/1/2026). Sedikitnya 15 orang diamankan dari berbagai unsur pemerintahan daerah. Salah satunya adalah Wali Kota Madiun, Maidi.
Dalam keterangan pers, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan penindakan tersebut. Ia menyebut OTT ini diduga berkaitan dengan praktik pemberian fee proyek serta pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun. “Perkara ini masih dalam tahap pendalaman. Tim KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pihak-pihak yang diamankan,” ujar Budi.
Dari total 15 orang yang diamankan, sembilan di antaranya langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK. Salah satu yang turut dibawa adalah Wali Kota Madiun, Maidi.
