Malang, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia (RI), Zulkifli Hasan mendadak melakukan sidak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepanjen di Jalan Panji Nomor 11, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang pada Kamis (12/2/2026). Tidak hanya SPPG, ia juga mengunjungi sejumlah sekolah yang jadi penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Zulhas Sidak SPPG di Malang, Bicara Soal Kedaulatan Pangan

Intinya sih...
Zulkifli Hasan sidak ke SPPG Kepanjen untuk memastikan proses pengolahan makanan berjalan aman dan berkualitas bagi para penerima manfaat MBG.
Zulkifli Hasan ingin memastikan sawah di Malang tidak dialih fungsikan dan menargetkan peningkatan produksi ikan sebagai langkah swasembada pangan.
Presiden RI meminta penyelesaian masalah sampah rumah tangga dan sampah produksi MBG agar tidak menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
1. Zulkifli Hasan sidak ke SPPG untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam pengolahan makanan
Zulkifli menyampaikan jika ia memang datang secara mendadak ke SPPG Kepanjen untuk memastikan proses pengolahan makanan berjalan aman. Ia ingin para penerima manfaat MBG bisa mendapat makanan bergizi dan berkualitas.
"Saya datang ke Malang untuk memastikan SPPG berjalan dengan baik dan aman. Kemudian mengecek anak-anak sekolah selaku penerima manfaat," terangnya.
2. Zulkifli Hasan juga memastikan sawah di Malang tidak dialih fungsikan
Ketua Umum PAN ini juga ingin memastikan kondisi sawah di daerah seperti di Kabupaten Malang. Ia mengatakan tidak ingin ada lahan persawahan yang dialih fungsikan. Menurutnya, lahan persawahan hanya boleh dimanfaatkan untuk produksi pangan. "Yang namanya lahan sawah berkelanjutan tidak boleh dipergunakan untuk apapun (selain pertanian), yang sudah telanjur harus diganti. Data 10 tahun terakhir kita cek, yang berubah di sawah itu apa, yang berubah itu kita suruh ganti. Kemudian produksi pangan seperti beras, irigasi, pupuk itu berjalan dengan baik agar produksi kita tahun ini naik," tegasnya.
Ia juga menyampaikan jika Indonesia kini telah swasembada beras, sehingga kini pemerintah menargetkan pada produksi ikan. Ia diminta Presiden RI untuk meningkatkan jumlah penangkapan ikan di nelayan-nelayan.
"Keempat, karena kita sudah swasembada beras, tahun ini harus melipat gandakan produksi ikan. Bayangkan tahun ini ada 82,9 juta penerima manfaat SPPG, maka akan ada 82,9 potong ikan yang diberikan dan komoditas lainnya. Makanya di kampung nelayan ada ikan yang ditangkap," bebernya.
3. Presiden RI minta sampah-sampah MBG dibereskan
Lebih lanjut, Zulkifli mengatakan jika Presiden RI juga memiliki konsern pada sampah rumah tangga dan sampah produksi MBG. Ia diminta menyelesaikan masalah ini agar Indonesia tidak dikenal sebagai negara yang tidak bisa mengatasi masalah sampah.
"Maka berdasarkan perintah presiden, 2 tahun mendatang kita mengubah peradaban kita agar sampah sudah dipilah sejak dari rumah tangga. Ada organik dan anorganik, kalau organik bisa jadi pupuk dan anorganik bisa didaur ulang, sehingga tidak terlalu menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dan yang di TPA kita jadikan listrik," pungkasnya.