Surabaya, IDN Times – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mulai mendorong skema kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA) sebagai salah satu langkah antisipatif untuk menekan konsumsi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), di tengah dinamika global.
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak mengatakan, penyesuaian pola kerja menjadi strategi yang relevan untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM, terutama dari sektor mobilitas harian.
“Salah satunya melalui penyesuaian pola kerja yang lebih efisien guna menekan konsumsi energi,” ujarnya.
Menurut Emil, penerapan pola kerja fleksibel, termasuk sistem daring untuk pekerjaan berbasis analitik, dapat menekan kebutuhan perjalanan fisik yang selama ini berkontribusi terhadap konsumsi BBM.
“Tujuannya untuk berkontribusi mengurangi volume BBM yang dibutuhkan. Selain itu, jika terjadi penyesuaian harga, maka perlu dilakukan rekonfigurasi anggaran,” jelasnya.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi mitigasi pemerintah daerah dalam menghadapi potensi dampak ketegangan geopolitik global yang dapat memengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi.
Meski demikian, Emil memastikan bahwa kondisi pasokan BBM di Jatim hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan terkendali. Hal ini sejalan dengan data ketahanan stok energi yang menunjukkan cadangan BBM berada di atas batas aman dengan rata-rata coverage days lebih dari 4 hingga 16 hari, tergantung jenisnya.
Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh lengah dan harus tetap menyiapkan berbagai skenario antisipasi. “Kita harus tetap waspada. Kondisi saat ini memang aman, tapi langkah mitigasi harus terus disiapkan,” pungkasnya.
