Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Waspadai Penyakit Lumpy Skin Disease Pada Sapi, Ini Ciri-cirinya
Ilustrasi ternak sapi. (IDN Times/Daruwaskita)

Lamongan, IDN Times - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lamongan kembali memperketat penjualan hewan ternak dari luar daerah yang akan masuk ke Lamongan. Langkah ini dimaksudkan agar Lamongan terhindar dari wabah Lumpy Skin Disease (LSD) pada sapi. Lalu bagaimana ciri-ciri sapi yang terjangkit penyakit LSD tersebut? Berikut pemaparan Sekertaris Disnakeswan Lamongan, drh Rahendra Prasetya Sudarsono.

1. Sapi mengalami bentol-bentol pada kulit

Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan. IDN Times/Imron

Ciri-ciri sapi yang terjangkit penyakit LSD kulitnya terdapat bentol-bentol, gatal dan bernanah. Jika hewan sapi sudah memiliki ciri-ciri seperti itu artinya sapi tersebut terjangkit penyakit LSD. Penularannya penyakit LSD sendiri sangat cepat, seperti penyebaran virus PMK.

"Gejala yang kerap dialami hewan ternak umumnya sapi terjangkit LSD ini yakni kulit bentol-bentol, gatal dan bernanah dan penyebabnya sangat cepat," kata drh Rahendra Prasetya Sudarsono, Kamis (12/1/2023). Rahendra menyebut, penularan penyakit LSD ini bisa dibawa melalui gigitan nyamuk

2.

Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan. IDN Times/Imron

Untuk mengantisipasi penyakit LSD  ini ada beberapa langkah. Pertama para peternak bisa membuat pengasapan di sekitar kandang, tujuannya untuk mengusir nyamuk. Selain itu, peternak juga diminta membersihkan kandang secara rutin.

"Peternak bisa memanfaatkan jerami padi yang sudah kering kemudian dibakar di sekitar kandang mereka ini juga bisa mengusir nyamuk yang akan menggigit sapi mereka," terang Rahendra.

3. Lamongan masih aman dari penyakit LSD

Ilustrasi ternak sapi. (IDN Times/Daruwaskita)

Saat ini dari hasil laporan yang ia terima penyakit LSD belum menjangkit di Lamongan. Meski begitu, para peternak diimbau untuk tetap waspada terhadap penyakit tersebut. Di Jawa Timur sendiri penyakit ini sudah ditemukan di Kabupaten Gresik, Malang dan Blitar. 

"Sejauh ini belum ditemukan di daerah Lamongan meski begitu kita himbau peternak agar tetap berhati-hati dan mewaspadai penyakit ini," pungkasnya.

Editorial Team