Malang, IDN Times - Media sosial dihebohkan dengan kericuhan di Pasar Sembako Murah yang diadakan di Kantor Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada Selasa (10/3/2026) lalu. Kericuhan ini karena warga mengamuk setelah tidak kebagian paket sembako yang disediakan oleh Diskopindag Kota Malang ini.
Wali Kota Malang Sebut Kericuhan Pasar Sembako Murah karena Isu Hoaks

1. Wali Kota Malang sebut kericuhan di Pasar Sembako Murah karena panic buying
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan jika jumlah masyarakat yang hadir ke Pasar Sembako Murah di Kantor Kecamatan Kedungkandang membludak di luar ekspektasi penyelenggara. Ia juga mengaku kaget saat mengetahui terjadinya kericuhan usai stok paket sembako habis.
"Jadi itu karena panic buying saja. Karena selama ini setiap ada Gerakan Pangan Murah (GPM) tidak pernah sampai sebanyak itu, jadi memang kemarin di luar dugaan dan di luar prediksi sehingga kami juga sempat kewalahan," terangnya pada Kamis (12/3/2026).
Wahyu menyebutkan jika Pasar Sembako Murah ini memang menyediakan paket sembako dengan harga subsidi. Paket sembako ini berisi beras premium 5 kilogram, gula pasir premium 1 kilogram, dan minyak goreng 2 liter. Kemudian jika di pasaran harga paket sembako ini normalnya Rp150 ribu, harganya dipangkas hingga menjadi Rp50 ribu saja.
2. Wahyu menyebutkan panic buying terjadi karena ada isu kelangkaan sembako
Wahyu juga mengungkapkan jika panic buying yang terjadi saat Pasar Sembako Murah di Kantor Kecamatan Kedungkandang ini karena beredar isu kelangkaan sembako jelang Idul Fitri. Masyarakat akhirnya berbondong-bondong untuk mendapatkan paket sembako hingga antrian mengular panjang.
"Jadi ada isu-isu yang menyebutkan ketersediaan bahan pokok penting akan langka dan kemungkinan harga akan naik. Akhirnya masyarakat dengan jumlah besar datang untuk memanfaatkan gerakan pangan murah ini," jelasnya.
3. Pemkot Malang tegaskan stok sembako di Kota Malang aman
Lebih lanjut, Wahyu menegaskan jika stok sembako di Kota Malang masih aman sampai Idul Fitri mendatang. Jadi ia mengimbau masyarakat agar tidak panik sehingga melakukan pembelian dalam jumlah besar.
"Kami telah memeriksa di sejumlah gudang, saya pastikan semua ketersediaan bahan pokok aman. Memang ada yang harganya naik, tapi kita upayakan untuk menekan itu," jelasnya.