Surabaya, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan seluruh layanan publik kembali berjalan normal pada hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu (26/3/2026).
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu meskipun sebagian aparatur sipil negara (ASN) masih menerapkan sistem kerja fleksibel.
“Pelayanan publik harus berjalan 100 persen. Meskipun ada beberapa teman yang masih menjalankan WFA, pelayanan publik tidak boleh berhenti,” ujarnya.
Eri menjelaskan, sejak awal Pemkot Surabaya telah menerapkan skema Work From Anywhere (WFA) dengan konsep pelayanan berbasis wilayah. Dalam sistem tersebut, pegawai tidak harus bekerja dari kantor, tetapi dapat memberikan layanan langsung dari Balai RW.
Dengan pola itu, layanan dasar seperti puskesmas, kelurahan, kecamatan, hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) tetap beroperasi selama libur Lebaran.
“Pegawai bisa bekerja dari Balai RW, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” jelasnya.
Eri memastikan, memasuki hari pertama kerja usai libur panjang, seluruh layanan publik di Kota Surabaya telah kembali berjalan penuh tanpa kendala.
Pemkot Surabaya juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas layanan, terutama pada momen pasca-Lebaran ketika kebutuhan administrasi masyarakat cenderung meningkat.
