Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Istimewa
Petugas dari Dinas Peterbakan Madiun lakukan pemeriksaan ternak di Pasar Hewan Bajulan, Kecamatan Saradan. IDN Times/Istimewa.

Intinya sih...

  • Gemarang dan Dolopo catat kasus PMK tertinggi

  • Pasar hewan jadi perhatian utama pencegahan

  • Peternak mulai waspada dan lakukan antisipasi mandiri

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Madiun, IDN Times – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Madiun Jawa Timur kembali menunjukkan tren peningkatan pada awal 2026. Sejumlah kecamatan mulai melaporkan temuan kasus, dengan Gemarang dan Dolopo tercatat sebagai wilayah dengan angka tertinggi.

1. Gemarang dan Dolopo catat kasus PMK tertinggi

Petugas dari Dinas Peterbakan Madiun lakukan pemeriksaan ternak di Pasar Hewan Bajulan, Kecamatan Saradan. IDN Times/Istimewa.

Dokter Hewan Puskeswan Pilangkenceng, dr. Denny Irawan Wardhana, menyampaikan bahwa kasus PMK saat ini tersebar di tiga kecamatan, yakni Gemarang, Saradan, dan Dolopo.

"Yang paling tinggi di Kecamatan Gemarang sebanyak 20 ekor, kemudian Kecamatan Dolopo 10 ekor. Untuk Kecamatan Saradan juga ada laporan kasus,” jelas dr. Denny, Senin (19/1/2026).

Ia menambahkan, kondisi musim pancaroba menjadi salah satu pemicu meningkatnya kerentanan hewan ternak terhadap penyakit menular seperti PMK.

2. Pasar hewan jadi perhatian utama pencegahan

Petugas dari dinas peternakan lakukan pemeriksaan sapi di pasar pasar. IDN Times/ Riyanto.

Untuk menekan penyebaran PMK, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah pasar hewan. Salah satu kegiatan dilakukan di Pasar Hewan Bajulan, Kecamatan Saradan.

"Kami lakukan penyemprotan disinfektan secara rutin di pasar-pasar hewan di seluruh Kabupaten Madiun, terutama pasar besar seperti Bajulan, Moneng, Basekan, dan Mlilir,” ujar dr. Denny.

Selain pasar hewan, peternak juga diimbau rutin melakukan penyemprotan disinfektan di kandang ternak minimal sekali dalam sepekan serta memberikan vitamin untuk menjaga daya tahan hewan.

3. Peternak mulai waspada dan lakukan antisipasi mandiri

Petugas dari Dinas Peterbakan Madiun lakukan pemeriksaan ternak di Pasar Hewan Bajulan, Kecamatan Saradan. IDN Times/Istimewa.

Meningkatnya kasus PMK membuat peternak ikut resah. Dardiri, peternak asal Kecamatan Saradan, mengaku khawatir meski ternaknya belum terpapar.

"Tanda-tanda PMK biasanya mulut mengeluarkan banyak liur, kaki ada luka. Ternak saya belum mengalami, tapi tetangga sudah ada yang merasakan,” ungkap Dardiri.

Sebagai antisipasi, ia rutin memberikan vitamin, obat herbal, serta menjaga kebersihan kandang. Menurutnya, upaya pencegahan menjadi kunci agar PMK tidak semakin meluas di kalangan peternak.

Editorial Team