Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Altivitas jual beli ternak di pasar hewan Ngawi. IDN Times/Riyanto.
Altivitas jual beli ternak di pasar hewan Ngawi. IDN Times/Riyanto.

Intinya sih...

  • 15 dari 30 sapi terpapar PMK mulai pulih

  • Sisanya masih dalam pengawasan intensif petugas kesehatan hewan

  • Pemerintah Kabupaten Ngawi perketat screening dan vaksinasi di pasar hewan dan tingkat desa

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ngawi, IDN Times - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali menghantui peternakan sapi di Kabupaten Ngawi. Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) setempat mencatat 30 ekor sapi terindikasi terjangkit PMK yang tersebar di 10 kecamatan dan 15 desa.

Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama peternak dan pedagang sapi, mengingat PMK pernah menimbulkan kerugian besar pada periode sebelumnya.

1. Separuh sapi mulai pulih, sisanya masih dipantau ketat

Altivitas jual beli ternak di pasar hewan Ngawi. IDN Times/Riyanto.

Dari total 30 ekor sapi yang terpapar PMK, 15 ekor dilaporkan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Meski begitu, separuh lainnya masih berada dalam pengawasan intensif petugas kesehatan hewan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPP Ngawi, Tony Wibowo, menyatakan seluruh sapi yang terindikasi PMK saat ini masih dalam pemantauan untuk memastikan virus tidak menyebar ke ternak lain di sekitarnya.

2. Separuh sapi mulai pulih, sisanya masih dipantau ketat

Altivitas jual beli ternak di pasar hewan Ngawi. IDN Times/Riyanto.

Dari total 30 ekor sapi yang terpapar PMK, 15 ekor dilaporkan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Meski begitu, separuh lainnya masih berada dalam pengawasan intensif petugas kesehatan hewan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPP Ngawi, Tony Wibowo, menyatakan seluruh sapi yang terindikasi PMK saat ini masih dalam pemantauan untuk memastikan virus tidak menyebar ke ternak lain di sekitarnya.

3. Pemerintah perketat screening dan vaksinasi

Altivitas jual beli ternak di pasar hewan Ngawi. IDN Times/Riyanto.

Pemerintah Kabupaten Ngawi menjadikan pasar hewan sebagai titik krusial pencegahan PMK, mengingat tingginya lalu lintas keluar masuk sapi antar daerah.

"Selain vaksinasi, upaya pencegahan kami lakukan terutama di titik keluar masuk ternak melalui kegiatan screening dan desinfeksi di pasar hewan,” jelas Tony.

Selain pasar hewan utama, pengawasan juga dilakukan di pasar tingkat desa. Pemerintah mengimbau peternak untuk menjaga kebersihan kandang dan melakukan vaksinasi rutin demi menekan penyebaran PMK.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team