Malang, IDN Times - Media sosial X sempat dihebohkan dengan kasus pencurian laptop di Bus Rosalia Indah jurusan Solo-Malang. Thread dari akun @toongkool ini menjadi viral setelah dibaca lebih dari 1 juta orang, mendapatkan 3 juta like, 2,5 juta kali di-retweet, dan mendapatkan 440 komentar.
Viral Penumpang Bus Rosalia Indah Kehilangan Laptop

Intinya sih...
Korban kehilangan laptop setelah tiba di Malang, meskipun sudah diberi peringatan saat dalam perjalanan.
Pihak Rosalia Indah tidak memberikan jawaban memuaskan dan CCTV bus diklaim mati.
Korban sempat ditolak saat lapor ke polsek karena harus membawa bukti dusbox laptop yang hilang.
1. Korban tahu kehilangan laptop setelah tiba di Malang
Korban yang diketahui bernama Tabita Sijabat menceritakan kalau ia membawa 2 tas dari Solo, 1 tas berisi barang bawaan dan 1 lagi tas berisi laptop. Ia berangkat pada Sabtu (12/7/2025) pukul 22.30 WIB dari Kantor Rosalia Indah Gilingan, Solo dengan mendapatkan nomor kursi 7D.
Setibanya di kursi 7D, ia melihat sudah ada bapak-bapak yang duduk di kursi 7C. Bapak-bapak yang duduk di kursi 7C kemudian meminta Tabita untuk bertukar dengan temannya yang duduk di kursi 6C atau kursi yang persis ada di depannya. Tabita setuju sehingga keduanya bertukar kursi duduk.
Saat duduk di kursi 6C, Tabita sempat diingatkan bapak-bapak di setelahnya agar menaruh laptopnya di kotak sandaran laki di bawah kursinya. Tapi kotak tersebut terlalu kecil, sehingga ia menaruh laptop tersebut di sebelah kanannya, dihimpitkan antara tas dan bodi bus.
"Jam 2 malam itu kita tiba di Caruban buat makan, itu laptop saya masih ada. Laptopnya saya bawa turun karena takut hilang kalau ditinggal dalam bus. Setelah makan itu kita berangkat lagi, saya di dalam bus tidur smapai di Malang," terangnya saat dikonfirmasi pada Kamis (17/7/2025).
Setibanya di Kantor Rosalia Indah Malang di Jalan Hamid Rusdi, Kota Malang, pada Minggu (13/7/2025) pukul 06.00 WIB, Tabita terbangun tapi menyadari tas laptopnya sudah enteng. Ia kemudian mengecek isi tas dan benar saja, laptop warna abu-abu miliknya sudah hilang. Ia lalu berteriak minta tolong pada petugas bus.
"Di situ tas laptop saya itu isinya ada webcam, ada cesan, sama ada TWS yang buat kuping itu. Tapi yang diambil itu bener-bener cuma laptopnya aja. Sedangkan yang saya butuhkan itu kan laptopnya," jelasnya.
2. Jawaban dari pihak Rosalia Indah tidak memuaskan, CCTV bus juga katanya mati
Tabita mengungkapkan kalau setelah mengetahui laptopnya hilang, ia diarahkan untuk membuat laporan ke Kantor Rosalia Indah. Ia sempat dimintai keterangan di Kantor Rosalia Indah Malang, tapi hanya mendapatkan penjelasan yang hanya membuat dirinya kecewa.
"Saya juga meminta untuk mengecek kamera CCTV yang ada di bus tersebut. Tapi oleh pihak kantor tak diizinkan dengan berbagai macam alasan, termasuk alasan kamera CCTV sedang mati," bebernya.
3. Korban sempat lapor ke Polsek, sempat ditolak juga
Tabita kemudian datang ke Polsek Sukun untuk membuat laporan, tapi ia sempat ditolak karena harus membawa bukti dusbox laptop yang hilang, sehingga ia pulang dengan tangan hampa. Ia kemudian kembali ke Polsek Sukun pada Senin (14/7/2025) dan akhirnya laporan kehilangannya diterima.
"Di Polsek itu saya sempay ditolak karena alasannya saya harus punya dushbook kotak laptop nih itu Sedangkan saya kan bukan orang asli Malang. Saya tuh rumahnya kan di Bekasi dan dushbooknya pasti di Bekasi," pungkasnya.