Lumajang, IDN Times - Media sosial dihebohkan dengan video viral peristiwa siswi SD dan bapaknya yang terseret banjir lahar dingin Gunung Semeru saat menyeberangi sungai dengan sepeda motor. Diketahui mereka sedang berangkat menuju sekolah dengan menerjang sungai karena tidak ada jembatan di aliran sungai tersebut.
Viral Bocah SD Terseret Lahar Dingin Semeru saat Berangkat Sekolah

1. Warga menceritakan kronologi siswi SD dan bapaknya terseret arus banjir lahar dingin
Salah seorang warga bernama Abdul Rohim menceritakan jika kejadian ini terjadi pada Senin (23/2/2026) pagi di aliran sungai Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Saat itu Vita yang merupakan siswi SDN Jugosari 3 hendak berangkat sekolah diantaranya bapaknya, Anton, dengan sepeda motor.
Anton saat kejadian nekat menerjang arus sungai meskipun arus banjir lahar dingin Gunung Semeru mengalir deras akibat hujan deras. Diketahui jika jembatan di sungai tersebut memang telah terputus sejak tahun lalu akibat banjir lahar dingin.
"Bapak itu langsung terjun ke sungai padahal arusnya deras, sepeda motornya gak kuat hingga jatuh dan terseret arus sejauh 5 meter. Anaknya sampai teriak-teriak minta tolong, untungnya ada warga yang mendengar," terangnya saat dikonfirmasi pada Selasa (24/2/2026).
2. Siswi tersebut trauma dan tidak jadi berangkat sekolah
Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena baik Anton maupun Vita berhasil diselamatkan warga sebelum hanyut terlalu jauh. Begitu juga dengan sepeda motor milik anton yang berhasil dievakuasi, tapi mengalami kerusakan parah akibat terendam banjir lahar dingin.
"Kalau anaknya tidak ada luka serius, hanya lecet di lutut karena terbentur batu sungai. Tapi bajunya basah semua dan mungkin masih trauma, jadi tidak lanjut sekolah lalu pulang," jelasnya.
3. Warga meminta pemerintah membangun jembatan untuk akses warga
Lebih lanjut, Rohim berharap pemerintah kembali membangun jembatan di sungai Dusun Sumberlangsep yang putus akibat banjir lahar dingin tahun lalu. Pasalnya jembatan ini jadi akses warga yang ingin berangkat ke ladang dan mengantarkan anak-anak ke sekolah.
"Sekarang biasanya warga harus turun dulu ke sungai untuk memastikan apakah aur sungainya deras atau tidak. Tapi entah kenapa bapak (Anton) kemarin langsung turun ke sungai tanpa mengecek dulu," pungkasnya.