Ponorogo, IDN Times – Jumlah korban ledakan petasan balon udara di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, bertambah menjadi tiga orang. Sebelumnya, insiden ini sempat dilaporkan menimbulkan dua korban.
Peristiwa yang terjadi jelang berbuka puasa Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB itu menewaskan satu remaja dan melukai dua orang lainnya dengan luka bakar serius.
Update! Korban Ledakan Petasan Balon Udara di Ponorogo Jadi 3 Orang

Intinya sih...
Kejadian terungkap oleh penjaga sekolah
Pelaku masuk lewat jendela, CCTV mati 3 bulan
Polisi duga pelaku lebih dari satu orang
1. 1 tewas, 2 dirawat intensif
Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali menyampaikan, satu korban berinisial RKP (16) meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah setelah ledakan terjadi.
"Total korban ada tiga orang. Satu meninggal dunia di tempat kejadian perkara, dua lainnya saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” ujar Imam usai olah tempat kejadian perkara (TKP), Minggu malam.
Dua korban selamat masing-masing berinisial AF (20) dan HA (23). AF mengalami luka bakar hingga sekitar 80 persen dan kini dirawat intensif di RSUD dr. Harjono Ponorogo. Sementara HA menderita luka bakar sekitar 16 persen dan juga menjalani perawatan di rumah sakit yang sama.
Kondisi AF dilaporkan cukup kritis karena luka bakar yang diderita hampir di sekujur tubuhnya.
2. Racik petasan jelang buka puasa
Dari hasil sementara olah TKP dan keterangan saksi, ledakan diduga terjadi saat para korban meracik petasan atau mercon untuk kegiatan menjelang berbuka puasa.
“Sekitar pukul 17.30 WIB terdengar suara ledakan. Setelah dicek, para korban sedang meracik petasan atau mercon untuk kegiatan menjelang buka puasa,” jelas Imam.
Warga yang mendengar dentuman keras langsung mendatangi lokasi. Pamong desa yang mengetahui kejadian tersebut segera melapor ke pihak kepolisian.
3. Polisi libatkan Labfor dan Gegana
Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah bahan petasan dan balon udara. Untuk memastikan jenis bahan peledak yang digunakan, barang bukti akan dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur dan melibatkan tim penjinak bahan peledak (Gegana).
"Akan kami bawa ke Labfor Polda Jatim untuk dianalisis, apakah itu bubuk mesiu atau murni bubuk mercon,” pungkasnya.
Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab pasti ledakan serta kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa yang menambah daftar insiden petasan menjelang Ramadan di Ponorogo tersebut.