Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Umrah 2026 Terancam Sepi, Harga Paket Mendadak Naik
ilustrasi ibadah haji dan umrah (pexels.com/Mutahir Jamil)
  • Maskapai seperti Lion Air dan Garuda Indonesia menaikkan tarif penerbangan umrah hingga jutaan rupiah, memicu lonjakan biaya paket umrah musim 1448 Hijriah/2026 di Jawa Timur.
  • Kenaikan harga tiket membuat paket umrah dari Jatim naik dari sekitar Rp32 juta menjadi Rp37–38 juta per orang, menimbulkan keresahan di kalangan travel dan calon jemaah.
  • Asosiasi penyelenggara umrah meminta pemerintah turun tangan memediasi kenaikan tarif agar tidak memberatkan jemaah, sembari biro perjalanan mencari alternatif rute lebih murah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Calon jemaah umrah di Jawa Timur (Jatim) terancam harus merogoh kocek jauh lebih dalam untuk berangkat ke Tanah Suci. Sejumlah maskapai penerbangan disebut menaikkan tarif tiket umrah secara sepihak hingga jutaan rupiah, memicu lonjakan biaya paket umrah pada musim 1448 Hijriah/2026.

Kenaikan paling mencolok datang dari maskapai Lion Air untuk rute langsung Surabaya - Jeddah - Surabaya. Berdasarkan surat edaran yang beredar di kalangan travel umrah, tarif tiket sekali jalan (one way/OW) dari Surabaya naik menjadi Rp14,5 juta dengan tambahan fuel surcharge Rp5,5 juta.

Humas DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Jatim, Didik Merdianto mengatakan kenaikan tarif maskapai saat ini berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp5,5 juta per jemaah.

“Untuk direct flight dari Juanda, kenaikannya cukup fantastis. Lion Air naik sampai Rp5,5 juta,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).

Tak hanya Lion Air, maskapai Garuda Indonesia juga disebut menaikkan tarif penerbangan umrah hingga Rp3,5 juta. Bahkan, kata Didik, ada informasi tambahan biaya avtur yang berpotensi membuat kenaikan mencapai Rp7 juta.

Lonjakan harga tiket ini otomatis berdampak langsung terhadap biaya paket umrah yang dijual biro perjalanan. Paket umrah dari Jatim yang sebelumnya berada di kisaran Rp32 juta hingga Rp33 juta kini diprediksi melonjak menjadi Rp37 juta sampai Rp38 juta per orang.

“Kenaikan ini tentu berimbas pada harga paket umrah jemaah,” katanya.

Didik menyebut kondisi tersebut memicu keresahan di kalangan travel umrah. Sebab, kenaikan mendadak dikhawatirkan membuat minat masyarakat turun hingga berpotensi menunda keberangkatan.

“Ini menjadi momok bagi jemaah. Travel juga kesulitan mencari jemaah baru karena harga tiba-tiba melonjak,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagian jemaah yang sudah terlanjur mendaftar bahkan mulai mempertimbangkan membatalkan keberangkatan dan menarik dana yang telah disetorkan. Meski demikian, ada pula jemaah yang tetap memilih berangkat dengan konsekuensi menambah biaya.

Didik menegaskan pihak travel tidak berada dalam posisi mengambil keuntungan tambahan dari kenaikan tersebut. Travel, kata dia, hanya mengikuti kebijakan tarif maskapai yang berlaku secara nasional.

“Ini murni kebijakan maskapai. Kami hanya memberikan pengertian kepada jemaah,” tegasnya. Untuk menyiasati lonjakan biaya, sejumlah biro perjalanan kini mulai mencari alternatif penerbangan melalui Jakarta atau transit di negara tetangga agar harga paket tetap kompetitif.

Di sisi lain, Didik meminta pemerintah segera turun tangan memediasi persoalan kenaikan tarif penerbangan umrah tersebut. Ia mengingatkan bahwa perjalanan umrah merupakan ibadah, bukan perjalanan wisata biasa.

“Mohon pemerintah bisa menjembatani. Umrah ini ibadah murni jemaah, bukan perjalanan piknik atau pelesir. Jangan sampai ada pihak yang mencari keuntungan sepihak di atas beban jemaah,” tegasnya.

Sebagai informasi, Arab Saudi dijadwalkan kembali membuka kedatangan jemaah umrah pasca-musim haji pada pertengahan Juni 2026. Jatim sendiri menjadi salah satu daerah penyumbang jemaah umrah terbesar di Indonesia.

Editorial Team