Magetan, IDN Times – Seorang pria di Magetan, Jawa Timur, nekat melakukan aksi memalukan hanya demi menjaga harga diri di depan sang istri. Moch Mulyanto (51), warga Desa Joketro, Kecamatan Parang, tega membuat laporan palsu ke polisi dengan mengaku menjadi korban penjambretan. Kenyataannya, uang pinjaman sebesar Rp15 juta justru habis untuk karaoke dan menyawer ladies companion (LC).
Uang Habis Buat Nyawer LC, Malah Ngaku Dijambret

1. Rekayasa penjambretan gagal total
Mulyanto melapor ke polisi pada Rabu siang (14/5/2025), mengaku dijambret oleh dua orang pengendara RX King saat melintas di Jalan Raya Sukomoro. Ia mengklaim motornya ditendang hingga jatuh dan tas berisi uang Rp15 juta dirampas pelaku.
Untuk meyakinkan polisi, ia bahkan menyobek jaketnya sendiri dan mengaku ponselnya dibuang ke parit oleh penjambret. Namun akting itu tak bertahan lama. Saat pra-rekonstruksi dilakukan di lokasi, polisi tidak menemukan satu pun bukti yang mendukung ceritanya.
"Kami tidak menemukan bekas kecelakaan atau barang bukti seperti ponsel yang katanya dibuang pelaku. Setelah kami periksa lebih lanjut, akhirnya yang bersangkutan mengaku semua hanya rekayasa,” ujar Kasat Reskrim Polres Magetan, AKP Joko Santoso, Kamis (15/5/2025).
2. Uang untuk digunakan hajatan
Dari total uang pinjaman sebesar Rp14,7 juta, hanya Rp2,3 juta yang benar-benar diberikan kepada mertuanya. Sisanya dihamburkan Mulyanto untuk karaoke dan menyawer LC di salah satu kafe di Magetan.
"Dari Rp14,7 juta, baru saya kasih ke mertua Rp2,3 juta. Sisanya habis buat karaoke,” ujar Mulyanto saat diperiksa penyidik.
Motifnya, kata polisi, karena takut dimarahi istri setelah uang pinjaman yang seharusnya digunakan untuk hajatan malah lenyap di tempat hiburan malam.
3. Terancam penjara karena laporan palsu
Kini Mulyanto harus berhadapan dengan hukum. Ia terancam pidana karena membuat laporan palsu, sebagaimana diatur dalam Pasal 220 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal satu tahun empat bulan penjara.
Kisah ini jadi pengingat keras, demi untuk menutupi kesalahan dengan kebohongan justru bisa berujung lebih fatal. Bukan hanya dimarahi istri, Mulyanto kini harus berurusan dengan jerat hukum.