Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tujuh Siswa Keracunan MBG di Surabaya  Masih Dirawat di Rumah Sakit
Siswa yang mengalami keracunan MBG datang ke RSIA IBI Surabaya. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Tujuh siswa korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya masih dirawat di RSIA IBI dengan gejala mual, muntah, dan diare.
  • Dari total 124 siswa dan 5 guru yang sempat dirawat akibat keracunan MBG, sebagian besar sudah pulih sementara dua anak masih bergejala dan dalam observasi dokter.
  • Kasus ini bermula setelah sekitar 200 siswa dari 12 sekolah mengalami gejala serupa usai menyantap makanan MBG yang berasal dari SPPG Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Sebanyak tujuh anak Surabaya yang menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dirawat di Rumah Sakit Ibu dan Anak Ikatan Bidan Indonesia (RSIA IBI) Surabaya.

"Tujuh orang (yang dirawat). Semua rata-rata mual, muntah, mencret," ujar Dirut RSIA IBI Surabaya, dr Ramli Tarigan, Selasa (12/5/2026).

Beberapa dari korban sudah dalam keadaan membaik. "Alhamdulillah sekarang sudah membaik. Tadi baru pagi tadi kita jalan ke tempat pasien yang dirawat lima orang di atas," sebutnya.

Ramli menuturkan, dua yang dirawat ada juga yang masih bergejala. Pihaknya pun akan melakukan observasi ulang. "Itu sekitar dua anak (yang masih bergejala), tapi yang tiga anak ini ya sudah benar-benar baik sama sekali," ungkap dia.

Setelahnya, dirinya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut mengenai kondisi para pasien. Ini untuk menentukan apakah mereka akan lanjut rawat inap atau susah boleh pulang. "Karena yang untuk memulangkan ataupun juga merawat inap kami itu nanti hak dokter yang memang dokter spesialis anak," katanya.

Setidaknya ada sekitar 124 orang siswa yang dilarikan ke RSIA IBI Surabaya usai mengalami mual dan muntah setelah makan MBG. Mereka berasal dari 9 sekolah. "Itu totalnya kemarin pendataan terakhir itu 124 korban. Untuk masing-masing sekolahnya itu ada 9 sekolah. sekarang tinggal sisa 7," katanya.

Selain siswa, keracunan juga dialami oleh guru. Setidaknya ada lima guru kini telah menjalani rawat jalan. "Ada 5 orang guru, jadi totalnya sekarang itu sampai 129 orang ya. Yang di sini ya. Sampai update terakhir ini 129 orang. 5 guru 124 orang itu siswa," pungkas dia.

Seperti diketahui sebanyak 200 siswa dari 12 sekolah di Surabaya mengalami gejala mual, muntah hingga pusing usai makan MBG pada Senin (11/5/2026). MBG berasal dari satu SPPG yang sama yakni SPPG Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya

Editorial Team