Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan Bus Trans Jatim Koridor VI di Mojokerto. Dok. Pemprov Jatim.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan Bus Trans Jatim Koridor VI di Mojokerto. Dok. Pemprov Jatim.

Intinya sih...

  • Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengembangkan koridor baru Bus Trans Jatim dengan fokus integrasi terminal tipe B dan konektivitas ke kawasan wisata.

  • Koridor baru di Malang Raya akan diintegrasikan dengan terminal tipe B milik Pemprov Jatim, seperti Terminal Gadang dan Terminal Kepanjen.

  • Pengembangan koridor Bus Trans Jatim yang terhubung langsung dengan kawasan wisata diharapkan meningkatkan kunjungan wisata dan pertumbuhan UMKM di sekitar destinasi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menyiapkan pengembangan koridor baru Bus Trans Jatim dengan fokus integrasi terminal tipe B dan konektivitas ke kawasan wisata. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat fungsi angkutan massal sebagai penggerak mobilitas dan ekonomi daerah.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Nyono mengatakan, pengembangan Trans Jatim saat ini diarahkan ke wilayah Malang Raya dengan rencana dua koridor baru sesuai arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

“Sesuai arahan Ibu Gubernur, kami berharap dua koridor Trans Jatim di Malang Raya bisa benar-benar terealisasi,” ujar Nyono.

Nyono menjelaskan, seluruh koridor baru Bus Trans Jatim di Malang Raya akan diintegrasikan dengan terminal tipe B milik Pemprov Jatim, seperti Terminal Gadang dan Terminal Kepanjen. Integrasi tersebut dirancang agar terminal kembali berfungsi sebagai titik awal dan akhir perjalanan penumpang atau origin destination. “Arah kebijakannya jelas, integrasi dengan terminal tipe B. Terminal yang dulu minim aktivitas, sekarang mulai hidup dengan adanya Trans Jatim,” katanya.

Menurut Nyono, pengoperasian Trans Jatim menjadi instrumen utama untuk meramaikan terminal tipe B yang selama ini kurang optimal. “Upaya meramaikan terminal tipe B itu kuncinya di operasional Trans. Supaya terminal menjadi origin destination,” katanya.

Ia menambahkan, desain koridor di Malang Raya dibuat agar seluruh pergerakan penumpang naik dan turun terpusat di terminal tipe B. Dengan begitu, aktivitas ekonomi di dalam terminal, termasuk kios-kios, ikut terdorong.

“Kalau terminal ramai, pengunjung banyak, kios-kios jadi hidup. Itu juga berdampak ke PAD,” tutur Nyono.

Selain integrasi terminal, Dishub Jatim juga membuka peluang pengembangan koridor Bus Trans Jatim yang terhubung langsung dengan kawasan wisata. Nyono menilai, akses transportasi massal yang mudah akan meningkatkan kunjungan wisata sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. “Kalau Trans Jatim masuk ke koridor atau destinasi wisata, akses masyarakat jadi lebih mudah,” ucapnya.

Nyono meyakini, peningkatan arus kunjungan wisata akan berdampak langsung pada pertumbuhan UMKM di sekitar destinasi. “Kalau orang banyak datang, UMKM tumbuh. Orang belanja, kuliner hidup, dan ekonomi bergerak,” pungkasnya.

Editorial Team