Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Riyanto
Pria bernama Panut meninggal dunia tersangkut di pohon setinggi lebih dari 8 meter saat mencari pakan ternak. IDN Times/Riyanto.

Intinya sih...

  • Korban tersangkut di pohon setinggi 8 meter

  • Damkar didatangkan, korban keburu jatuh

  • Korban punya riwayat penyakit jantung

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ngawi, IDN Times – Peristiwa tragis terjadi di Desa Legundi, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Seorang pria bernama Panut (65) meninggal dunia setelah tersangkut di pohon saat mencari pakan ternak.

1. Korban tersangkut di pohon setinggi 8 meter

Pria bernama Panut meninggal dunia tersangkut di pohon setinggi lebih dari 8 meter saat mencari pakan ternak. IDN Times/Riyanto.

Warga sekitar pertama kali digegerkan dengan temuan jasad korban yang tersangkut di atas pohon di pinggir jalan desa. Diduga, korban tengah memanjat untuk mengambil rumput pakan ternak sebelum akhirnya mengalami musibah. Melihat kondisi itu, warga panik dan berinisiatif memasang terpal serta kasur di bawah pohon untuk mengantisipasi jika tubuh korban terjatuh.

2. Damkar didatangkan, korban keburu jatuh

Pria bernama Panut meninggal dunia tersangkut di pohon setinggi lebih dari 8 meter saat mencari pakan ternak. IDN Times/Riyanto.

Polisi yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ngawi untuk proses evakuasi. Kasi Penyelamatan Damkar Ngawi, Rochmat Angga Permadi, mengatakan pihaknya sempat kesulitan menurunkan korban.

“Ada laporan dari polisi kesulitan menurunkan korban dari atas pohon. Saat kami baru memasang tangga, korban sudah jatuh ke bawah,” ujarnya.

Korban jatuh tepat di atas kasur yang sebelumnya dipasang warga.

3. Korban punya riwayat penyakit jantung

Pria bernama Panut meninggal dunia tersangkut di pohon setinggi lebih dari 8 meter saat mencari pakan ternak. IDN Times/Riyanto.

Kepala Desa Legundi, Suyitno, menyebut korban diketahui memiliki riwayat sakit jantung. Dugaan sementara, kondisi kesehatan korban bisa saja menjadi faktor saat ia berada di atas pohon. Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun keluarga menolak jenazah dibawa ke rumah sakit dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Tangis histeris Sri Utami (25), anak korban, pecah saat mengetahui kabar sang ayah meninggal dunia. Ia bahkan harus dibopong warga menuju rumah duka yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.

Editorial Team