Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tragedi Maut Pembersih Gedung Surabaya, Polisi Periksa 6 Orang
Petugas pembersih kaca gedung saat tergelantung di gondola. (Dok. Istimewa)
  • Seorang petugas pembersih kaca gedung di Surabaya tewas dan satu lainnya selamat setelah gondola mereka terguncang angin kencang saat hujan deras.
  • Polisi tengah menyelidiki kasus ini dengan memeriksa enam orang saksi, termasuk pihak pengelola apartemen dan penyedia jasa pembersih kaca.
  • Peristiwa tragis tersebut terjadi di kawasan Jalan Pakuwon Indah dan sempat terekam serta dibagikan oleh Command Center 112 Surabaya melalui media sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Tragedi maut Sorang petugas pembersih kaca gedung apartemen di Surabaya ternyata belum selesai. Saat ini, kasus tersebut sedang diselidiki oleh polisi.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto mengatakan, setidaknya ada enam orang yang diperiksa. "Masih lidik. Masih diperiksa semua, ada enam orang saksi diperiksa," ujarnya Rabu (4/3/2026). Enam orang yang diperiksa itu, mulai dari pihak pengelola apartemen, hingga pihak penerima jasa pembersih kaca. "Yang jelas masih lidik semua," kata Edy.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang petugas pembersih kaca gedung menyangkut dan tergelantung di gedung apartemen kawasan Surabaya. Peristiwa ini terjadi saat Surabaya sedang hujan deras disertai angin, Senin (2/3/2026).

Peristiwa menegakan ini dibagikan Command Center 112 Surabaya melalui Instagram. Terlihat dalam video tersebut gondolo yang digunakan petugas membersihkan kaca bergoyang-goyang terbawa angin. Di bawah gondola itu ada seorang petugas tergelantung di tali. Petugas tersebut terlihat bergoyang-goyang dan terpelanting karena angin.

Sementara suasana di sekitar lokasi nampak hujan deras. Hujan itu juga disertai dengan angin kencang. Dikutip dari Instagram Command Center Surabaya, informasi awal petugas pembersih kaca tersangkut di atas gedung bertingkat Jalan Pakuwon Indah pukul 14.23 WIB.

Satu orang pekerja berinisial ES (51) warga Tambak Wedi dinyatakan meninggal dunia. Satu pekerja lainnya berinsial RB (56) selamat dan telah dilarikan ke rumah sakit.

Kabid Pemadam Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Rokhim mengatakan, saat peristiwa itu terjadi petugas ada dua orang. "Korban MD satu orang, yang di video itu dua orang, (identitas) belum," ujar Rokhim dikonfirmasi media. Satu korban yang selamat telah dilarikan ke RS William Booth untuk proses penanganan lebih lanjut.

Editorial Team