Pasuruan, IDN Times - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya mengambil langkah cepat pascainsiden KA Mutiara Timur yang tertemper mobil di perlintasan tanpa palang di Beji, Pasuruan, Minggu (30/11/2025).
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menyampaikan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepolisian, Dinas Perhubungan, serta pemerintah kewilayahan untuk melakukan penanganan di lokasi.
Menurutnya, salah satu langkah yang segera dilakukan adalah pemasangan patok pembatas di akses jalan desa yang menuju perlintasan tersebut.
“Daop 8 Surabaya bersama kepolisian, Dishub, dan pihak kewilayahan langsung melakukan pemasangan patok di jalan desa, dengan tujuan menyempitkan jalur yang nantinya hanya bisa dilewati kendaraan roda dua saja,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Dengan penyempitan jalur ini, kendaraan roda empat tidak lagi dapat melintas di perlintasan tanpa palang tersebut sehingga potensi kecelakaan dapat ditekan. KAI menilai langkah ini penting mengingat perlintasan itu tidak dijaga dan kerap dilalui warga.
Luqman menekankan bahwa upaya ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus melindungi pengguna jalan.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan saat melintas di perlintasan sebidang. Berhenti, lihat kiri-kanan, dengar, dan pastikan aman sebelum menyeberang,” tegasnya.
KAI Daop 8 Surabaya bersama seluruh pihak terkait akan melakukan evaluasi lanjutan terhadap perlintasan-perlintasan tidak terjaga lainnya untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi kembali.
