Sidoarjo, IDN Times - Balita 1,5 asal Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo dikabarkan tenggelam di sungai pada Rabu (8/4/2026). Namun hingga hari ketiga pencarian, Jumat (10/4/2026) korban tak kunjung ditemukan.
Korban diduga tenggelam di sungai yang jaraknya dekat dengan rumahnya setelah ditemukan sandal yang terapung di sungai. Korban hilang saat hujan.
“Dari laporan yang kami terima, adik ini hilang dan setelah dilakukan pencarian oleh keluarga ditemukan satu sandal milik korban terapung di sungai dan kondisi saat itu hujan” ujar Komandan Tim Rescue Basarnas Surabaya, Candra Kristyawan.
Pada pencarian hari ketiga, dilakukan dengan membagi tim SAR Gabungan menjadi Search and Rescue Unit (SRU) darat dan SRU air. Sebanyak enam SRU air dikerahkan untuk menyisir sungai dengan area pencarian hingga 6 kilometer. Tim SAR juga berupaya untuk mengurai sampah dan tanaman enceng gondok yang ada di sungai agar dapat menemukan tanda – tanda keberadaan korban.
“Sampah dan enceng gondok menjadi obstacle saat pencarian dan ada kemungkinan juga korban tersangkut di enceng gondok” imbuh Candra.
Sementara itu, SRU darat juga melakukan penyisiran di tepi sungai mulai dari ditemukannya lokasi sandal korban hingga ke Jembatan Penatar Sewu yang berjarak sekitar 2,7 kilometer.
Adapun unsur yang terlibat dalam pencarian ini antara lain Basarnas Surabaya, BPBD Provinsi, BPBD Sidoarjo, TNI, POLRI, Perangkat Desa Kalidawir, SARMOB,MTA, ILS, Satpol PP, Damkar Sidoarjo, RAPI, TAGANA, FPRB, Forest, SEMAR, SARSU, Gerakan Keduli Kemanusiaan, TSA, FRPB, Relawan Kebencanaan dan Kemanusiaan, LPBI NU, Banser Satkorion, RESMI, Galena, PT GUN, dan warga sekitar.
