Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Teror Pria Bergolok, Rumah di Ngawi Dikepung Polisi Berjam-jam
Joni Peter (35) mengamuk sambil membawa golok dan melempari atap rumah warga. IDN Times/Riyanto.
  • Seorang pria bernama Joni Peter mengamuk sambil membawa golok di Desa Tepas, Ngawi, hingga membuat warga panik dan melapor ke polisi.
  • Polisi mengepung rumah pelaku selama enam jam, melakukan negosiasi, lalu melumpuhkannya dengan senjata kejut setelah upaya persuasif gagal.
  • Dua senjata tajam disita dari lokasi, adik pelaku selamat, dan Joni dibawa ke RSUD untuk perawatan karena diduga mengalami depresi berat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ngawi, IDN Times – Suasana Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, mendadak mencekam pada Senin (23/2/2026) siang. Seorang pemuda bernama Joni Peter (35) mengamuk sambil membawa golok dan melempari atap rumah warga. Aksi nekat itu berujung pada pengepungan rumahnya oleh aparat kepolisian selama hampir enam jam.

Peristiwa bermula sekitar pukul 14.15 WIB. Warga yang resah langsung melaporkan aksi pelaku ke polisi. Pasalnya, Joni terlihat mengacungkan golok dan bertindak agresif di lingkungan permukiman.

1. Polisi dobrak rumah, pelaku bertahan di kamar

Polisi dobrak rumah Dan amankan pelaku beserta senjata tajam. IDN Times/Riyanto.

Petugas gabungan dari Polres Ngawi dan Polsek Geneng diterjunkan ke lokasi. Dengan perlengkapan lengkap, polisi berusaha menjebol jendela samping dan pintu depan rumah pelaku.

Namun, pelaku tetap bertahan di dalam kamar bersama adiknya, Leo Kristoni (29). Saat petugas mencoba masuk, Joni justru semakin agresif dan mengacungkan golok ke arah aparat. “Sebenarnya sudah dilaporkan berulang kali. Tadi dia ngamuk sambil bawa golok, lempari atap rumah warga. Warga sudah sangat kesal,” ujar Suwarno, salah satu warga setempat.

2. Polisi gunakan senjata kejut

Joni Peter (35) mengamuk sambil membawa golok dan melempari atap rumah warga. IDN Times/Riyanto.

Kapolsek Geneng, AKP Haris Sunarto, mengatakan pihaknya sempat melakukan pendekatan persuasif sebelum mengambil tindakan tegas. “Kami tindak lanjuti laporan warga. Karena personel kurang, kami minta bantuan dari Polres. Setelah negosiasi tidak berhasil, pelaku akhirnya bisa kita lumpuhkan. Untuk kondisi kejiwaannya masih kami dalami,” jelasnya.

Setelah upaya negosiasi gagal, polisi melakukan tindakan tegas terukur menggunakan senjata kejut. Butuh waktu total sekitar enam jam hingga pelaku berhasil dilumpuhkan dan diborgol.

3. Dua senjata tajam diamankan

Setelah 6 jam polisi akhirnya dapat menangkap pelaku. IDN Times/Riyanto.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan dua bilah senjata tajam berupa golok dan pisau. Sementara itu, adik pelaku berhasil diamankan dalam kondisi selamat. “Sekarang warga sudah tenang. Semoga tidak terulang lagi,” kata Selvia Ade, warga lainnya.

Usai diamankan, Joni dibawa ke RSUD Dokter Soeroto Ngawi untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi menduga pelaku mengalami alami depresi berat. Aksi siang bolong ini sempat membuat warga sekitar waswas. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang menghebohkan tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Topics

Editorial Team