Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tergerus Online, Perajin Kulit Magetan Kehilangan Momentum Lebaran
Perajin sandal kulit asal Jejeruk, Desa Candirejo, Agus Juwanto saat mengerjakan pesanan. IDN Times/Riyanto.

  • Menjelang Idulfitri 2026, perajin sandal kulit Magetan mengalami penurunan pesanan meski biasanya momen Lebaran menjadi puncak permintaan tahunan.

  • Kenaikan pesanan tahun ini hanya sekitar 20 persen dibanding hari biasa, jauh lebih rendah dari lonjakan 30–40 persen pada tahun-tahun sebelumnya.

  • Perubahan pola belanja ke platform online dan daya tahan sandal kulit yang tinggi membuat pesanan menurun, mendorong perajin untuk mulai beradaptasi ke pemasaran digital.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Magetan, IDN Times Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, para perajin sandal kulit di Kabupaten Magetan justru menghadapi kondisi yang tak biasa. Alih-alih kebanjiran pesanan, permintaan tahun ini cenderung menurun.

1. Momentum Lebaran tak lagi dongkrak pesanan signifikan

Perajin sandal kulit asal Jejeruk, Desa Candirejo, Agus Juwanto saat mengerjakan pesanan. IDN Times/Riyanto.

Biasanya, jelang Lebaran pesanan sandal kulit bisa melonjak hingga 30–40 persen dibanding hari biasa.

Namun tahun ini, para perajin mengaku lonjakan tersebut tidak terjadi. Order dari toko-toko langganan pun tak seramai Lebaran tahun lalu.

2. Kenaikan pesanan hanya sekitar 20 persen

Perajin sandal kulit asal Jejeruk, Desa Candirejo, Agus Juwanto saat mengerjakan pesanan. IDN Times/Riyanto.

Perajin sandal kulit asal Jejeruk, Desa Candirejo, Agus Juwanto, menyebut peningkatan pesanan yang ia rasakan cukup jauh menurun.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya jelang Lebaran bisa naik sampai 30 sampai 40 persen, sekarang ini hanya sekitar 20 persen saja dibanding hari biasa,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Kondisi ini membuat momen Lebaran yang biasanya jadi andalan pendapatan terasa kurang maksimal.

3. Tergerus belanja online dan produk yang lebih awet

Perajin sandal kulit asal Jejeruk, Desa Candirejo, Agus Juwanto saat mengerjakan pesanan. IDN Times/Riyanto.

Menurut Agus, perubahan pola belanja masyarakat menjadi penyebab utama turunnya pesanan.

“Sekarang banyak yang beli lewat online atau marketplace, jadi pesanan ke perajin seperti kami berkurang. Selain itu sandal kulit kan awet, jadi orang tidak sering beli,” jelasnya.

Saat ini, pemasaran sandal kulit Magetan masih didominasi pasar lokal seperti toko di Pasar Baru, Jalan Sawo, hingga kawasan wisata Telaga Sarangan.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi perajin untuk mulai beradaptasi ke penjualan digital agar tidak semakin tertinggal.

Editorial Team