Gresik, IDN Times - Kasus penemuan bayi laki-laki yang terbungkus plastik di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, mengarah pada dugaan pembunuhan. Hal ini terungkap setelah polisi menerima hasil autopsi yang menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya mengatakan, bayi tersebut diperkirakan telah meninggal sekitar 18 jam sebelum autopsi dilakukan. Dari hasil pemeriksaan forensik, ditemukan sejumlah luka di berbagai bagian tubuh.
"Dari hasil autopsi, terdapat luka di bagian kepala, tangan, kaki, mulut, dan hidung,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Arya menjelaskan, penyebab kematian diduga akibat benturan benda tumpul di bagian kepala. Dugaan tersebut diperkuat dengan temuan pendarahan di bagian belakang kepala korban.
"Selain itu, ditemukan pembengkakan pada bagian hidung dan mulut. Sehingga kuat dugaan, kasus ini bukan sekadar pembuangan bayi, melainkan pembunuhan,” tegasnya.
Dari hasil visum juga diketahui bayi tersebut diperkirakan berusia sekitar dua minggu. Kondisi ini menunjukkan korban sempat dirawat sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
"Pada saat ditemukan, tali pusar sudah tidak ada. Diduga bayi ini sempat dirawat oleh orang tuanya,” jelas Arya.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan metode scientific investigation untuk mengungkap pelaku di balik kasus tersebut. “Kami masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya,” pungkasnya.
