Magetan, IDN Times – Kabupaten Magetan pelan-pelan memasuki fase masyarakat menua. Data terbaru menunjukkan 20,3 persen penduduk atau sekitar 1 dari 5 warga kini merupakan Lanjut Usia (Lansia). Di balik angka itu, tersimpan potensi persoalan sosial yang tak bisa dipandang sepele.
20 Persen Warga Magetan Lansia, Potensi Bom Waktu Sosial

Intinya sih...
Ribuan lansia masuk kategori rentan
Masalah sosial lansia sering tak terlihat
Data dan sistem jadi tantangan utama
1. Ribuan masuk kategori rentan
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Magetan, Parminto Budi Utomo, menyebut sekitar dua hingga empat ribu lansia masuk kelompok rentan berdasarkan klasifikasi desil satu hingga lima.
Mereka termasuk lansia terlantar yang minim pendampingan. Sebagian hidup sendiri karena anak merantau, sebagian lain tidak memiliki penghasilan tetap, bahkan ada yang harus bertahan dengan penyakit kronis tanpa dukungan keluarga yang memadai.
“Tidak semua Lansia berada dalam kondisi aman. Ada yang tampak sehat, tapi secara sosial sangat rentan,” ujar Parminto, Selasa (10/2/2026).
2. Masalah sosial Lansia kerap tak terlihat
Kerentanan lansia kerap tersembunyi di balik kehidupan yang tampak normal. Ada lansia yang tinggal bersama keluarga, namun tetap tidak mendapatkan pendampingan intensif. Ada pula yang hidup sendiri dan nyaris luput dari pantauan lingkungan.
Kondisi ini berisiko memunculkan masalah sosial laten, mulai dari keterlantaran, isolasi sosial, hingga kedaruratan kesehatan yang terlambat tertangani.
“Secara fisik terlihat baik-baik saja, tapi secara sosial mereka terisolasi. Inilah yang sering tidak disadari,” jelas Parminto.
3. Data dan sistem jadi PR
Meningkatnya populasi lansia berdampak langsung pada layanan kesehatan dan jaminan sosial. Namun, tidak semua desa di Magetan memiliki sistem pendataan dan pemantauan lansia yang kuat.
Akibatnya, sebagian Lansia rentan berpotensi luput dari intervensi bantuan. Pemerintah daerah kini mendorong desa dan RT memperkuat pendataan sebagai langkah awal.
“Kalau pemetaan kuat, bantuan bisa lebih cepat dan tepat sasaran. Peran desa dan masyarakat sangat penting,” tegas Parminto.
Populasi lansia di Magetan diperkirakan terus meningkat. Tanpa langkah antisipatif dan sistem perlindungan sosial yang berkelanjutan, persoalan lansia bukan mustahil berubah dari isu senyap menjadi krisis sosial yang nyata.