Terkait kenaikan sewa Stadion GBT sebesar 15 kali lipat, anggota Komisi B DPRD Surabaya ini melihat tidak seharusnya ditetapkan seperti nilai tersebut. Karena peningkatan retribusi sewa disebutnya tidak pendapatan asli daerah (PAD).
"Gak pengaruh ke PAD, selisih tiap tahun selalu Rp1,3 triliun. Itu tidak mengubah komposisi anggaran, bangunan dan bantuan sosial di Surabaya," kata Baktiono.
Politisi PDIP ini justru khawatir jika nantinya tetap naik 15 kali lipat, Persebaya akan memilih sewa stadion di Gresik atau Sidoarjo. Sehingga keuntungan malah masuk ke daerah lain. Maka dari itu, pekan depan dia akan mengundang manajemen Persebaya ke DPRD Surabaya.
"Persebaya, Bonek, pemerhati bola diundang. Persebaya harus main di Surabaya, bayar tetap tapi harus dinego, bulanan apa tahunan. Intinya kami tidak mau membebani siapapun yg akan menyewa atau menggunakan fasilitas untuk nama baik Surabaya," pungkas Baktiono.