Surabaya, IDN Times - Suara azan berkumandang di bawah kubah tumpang tiga yang melengkung khas arsitektur pagoda. Masjid berarsitektur budaya Tionghoa bercat merah, hijau, dan emas itu mulai ramai jemaah. Begitulah suasana ibadah salat tarawih pertama bulan Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya, Rabu (18/2/2026) malam.
Satu per satu jemaah laki-laki mengisi bagian dalam hingga serambi masjid. Sementara itu, jemaah perempuan menata sajadah di area luar yang beralaskan karpet. Mereka datang dari berbagai penjuru Kota Surabaya.
Saat muazin mengumandangkan ikamah, seluruh jemaah berdiri bersiap melaksanakan salat. Takbiratul ihram pun dibacakan, mereka khusyuk dalam salat masing-masing. Di masjid ini, salat tarawih dilaksanakan sebanyak 20 rakaat dan salat witir tiga rakaat.
Pita Sari (30), salah satu jemaah salat tarawih di Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya, mengatakan dirinya memilih salat di masjid berarsitektur Tionghoa tersebut karena ingin merasakan suasana yang berbeda. Terlebih, Ramadan tahun ini berdekatan dengan Tahun Baru Imlek.
“Biasanya salat tarawih di rumah, sekarang ingin ke Masjid Cheng Hoo agar bisa merasakan suasana Imlek juga,” ujarnya.
Warga Tambaksari itu mengaku senang dapat melaksanakan salat tarawih pertama di masjid tersebut. “Alhamdulillah, senang bisa diberi kesempatan berjumpa dengan Ramadan lagi, apalagi ini salat tarawih pertama di Masjid Cheng Hoo,” kata Pita.
Ketua Takmir Masjid Muhammad Cheng Hoo, H. Hariono Ong, mengatakan masjid tersebut dapat menampung sekitar 500 jemaah. Mayoritas jemaah yang datang bukan hanya untuk salat tarawih, tetapi juga berwisata, mengingat masjid ini tergolong unik dengan arsitektur Tionghoa yang khas.
“Kami berada cukup jauh dari permukiman. Jemaah yang salat di sini banyak yang berasal dari luar wilayah,” kata Hariono.
Sama seperti masjid lainnya, kegiatan selama bulan Ramadan di masjid tersebut tidak hanya tarawih, tetapi juga tadarus Al-Qur’an, kajian, hingga qiyamulail pada 10 hari terakhir Ramadan. “Kemudian pada 17 Ramadan ada peringatan Nuzulul Quran. Kami rutin mengadakan khatmil Quran,” jelasnya.
Selain itu, selama bulan Ramadan, masjid ini juga menyediakan takjil gratis sebanyak 600 hingga 700 porsi setiap hari. Masyarakat dapat datang untuk berbuka puasa bersama.
“Kami juga mengadakan sahur bersama jemaah saat malam qiyamulail,” pungkasnya.
