Surabaya, IDN Times - Program Talenta Digital Jatim Mendunia dinilai menjadi instrumen strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya melek teknologi, tetapi mampu memanfaatkan teknologi secara nyata bagi peningkatan kualitas layanan publik dan dunia pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa talenta digital tidak semata diukur dari kemampuan teknis, melainkan dari sejauh mana teknologi mampu memberi dampak dan manfaat konkret.
"Talenta digital bukan tentang siapa yang paling mahir teknologi, melainkan siapa yang mampu menggunakan teknologi untuk memberi manfaat. Pendidikan Jawa Timur harus hadir menyiapkan itu dari sekolah, oleh guru, bersama ASN, untuk masa depan generasi kita,” ujar Aries, Senin (2/2/2026).
Menurut Aries, program penguatan talenta digital mendorong aparatur sipil negara (ASN) di sektor pendidikan untuk meningkatkan kapasitas analisis data, pemecahan masalah, hingga penciptaan nilai tambah dalam organisasi.
"ASN dituntut mampu menganalisis data, menyelesaikan masalah, memperbaiki mutu layanan, dan menciptakan nilai tambah bagi organisasi,” tegasnya.
Ia mencontohkan sejumlah implementasi konkret dari penguatan talenta digital, mulai dari guru yang memanfaatkan data asesmen untuk memetakan capaian peserta didik, kepala sekolah yang menggunakan sistem digital dalam menentukan prioritas anggaran, hingga penyederhanaan layanan pendidikan berbasis teknologi.
Sementara itu, peserta didik SMA dan SMK diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memasuki dunia kerja berbasis digital dengan keterampilan problem solving yang kuat. “Inilah digital impact di level praktik konkret, dapat diukur, dan dirasakan langsung,” kata Aries.
Lebih lanjut, Aries menyoroti perubahan lanskap dunia kerja yang kini lebih menekankan keterampilan dibandingkan sekadar ijazah formal. Di sisi lain, ia menilai kedekatan generasi muda dengan teknologi belum tentu berbanding lurus dengan produktivitas digital.
“Generasi muda sangat akrab dengan teknologi, tapi belum tentu produktif secara digital. Karena itu, penguatan talenta digital menjadi kebutuhan mendesak,” katanya.
Aries menambahkan, program Talenta Digital menyasar seluruh ekosistem pendidikan. ASN pendidikan diharapkan meningkatkan kualitas layanan publik, guru dan kepala sekolah menciptakan pembelajaran yang adaptif dan relevan, peserta didik menjadi problem solver yang siap masuk industri digital, serta masyarakat membangun budaya belajar sepanjang hayat.
Sebelumnya, Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid secara resmi meluncurkan Program Talenta Digital Jatim Mendunia dalam Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Khofifah menegaskan, Jatim siap berperan sebagai co-creator dalam pengembangan ekosistem talenta digital nasional, sekaligus menjadi anchor province bagi kawasan Indonesia bagian tengah dan timur.
"Jawa Timur berada pada posisi strategis untuk menjadi anchor province pengembangan talenta digital di kawasan Indonesia bagian tengah dan timur," tegasnya.
Dari sisi capaian, Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Jatim tahun 2025 tercatat sebesar 49,17, meningkat 3,1 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Jatim juga menunjukkan tren positif, meningkat dari 4,43 pada tahun 2024 menjadi 4,79 pada tahun 2025 dengan kategori memuaskan.
Selain itu, dalam penguatan fondasi data, Jatim berhasil meraih peringkat pertama nasional pada Indeks Satu Data Indonesia (SDI) tahun 2025 dengan skor 90,13, melonjak signifikan dari 76,96 pada tahun 2024.
“Karena Jawa Timur tidak ingin sekadar menjadi bagian dari agenda digital nasional, tetapi mengambil peran aktif di dalamnya,” tegas Khofifah.
Sementara itu, Menkomdigi RI Meutya Hafid menyampaikan, Jatim merupakan salah satu provinsi terdepan dalam adopsi teknologi, sehingga berpotensi menjadi motor penggerak pengembangan talenta digital nasional, termasuk pada sektor-sektor prioritas seperti teknologi kesehatan.
"Mungkin nanti bisa didorong pertumbuhannya ke bidang-bidang tertentu yang prioritas seperti teknologi kesehatan, jadi bisa kita sesuaikan," pungkasnya.
