Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2026-02-17 at 17.33.05.jpeg
Pohon pisang yang ditanam warga Tulungagung di jalan rusak. IDN Times/istimewa

Intinya sih...

  • Kerusakan jalan sudah terjadi sejak 2 tahun lalu

    • Warga menanam pohon pisang sebagai penanda kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki

  • Warga juga berupaya memperbaiki jalan secara swadaya tanpa bantuan pemerintah

  • Warga juga berupaya memperbaiki jalan secara swadaya

    • Warga bosan menunggu janji Pemkab Tulungagung dan sering melakukan penambalan jalan rusak

  • Sudah banyak korban kecelakaan akibat jalan tak kunjung diperbaiki pemerintah

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tulungagung, IDN Times - Aksi penanaman pohon pisang di sejumlah jalan rusak marak dilakukan warga Tulungagung. Dalam waktu kurang dari sepekan terdapat dua aksi yakni di Desa/Kecamatan Ngunut dan Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol. Warga kecewa karena akses jalan rusak parah dan belum mendapat perhatian dari pemerintah. Sebagai bentuk kekecewaan, mereka menanami lubang jalan tersebut dengan pohon pisang.

1. Kerusakan jalan sudah terjadi sejak 2 tahun lalu

Pohon pisang yang ditanam warga Tulungagung di jalan rusak. IDN Times/istimewa

Salah seorang warga Desa Sambirobyong, Ahmad Amirudin (56) mengatakan, penanaman belasan pohon pisang dilakukan oleh warga sebagai penanda untuk pengendara. Selain itu penanaman pohon pisang ini juga bentuk protes kepada pemerintah. Kerusakan jalan sudah terjadi sejak 2 tahun lalu. Awalnya kerusakan jalan hanya sedikit, tapi karena tidak ada perbaikan kerusakan jalan semakin banyak.

"Pernah ada perbaikan tambal sulam saja. Itupun tidak bertahan lama, jalan sudah rusak lagi," ujarnya, Selasa (17/2/2026).

2. Warga juga berupaya memperbaiki jalan secara swadaya

Pohon pisang yang ditanam warga Tulungagung di jalan rusak. IDN Times/istimewa

Warga yang sudah bosan menunggu janji Pemkab Tulungagung sudah sering melakukan penambalan jalan rusak. Aksi tersebut dilakukan secara swadaya tanpa bantuan dari pemerintah. Amirudin berharap agar Pemkab Tulungagung segera melakukan perbaikan jalan rusak. Sudah banyak korban kecelakaan akibat jalan tak kunjung diperbaiki pemerintah.

"Harapan warga sederhana, jalan ini digunakan oleh banyak orang. Masyarakat sudah tertib bayar pajak, tapi jalan rusak kok tidak segera cepat dibangun," tuturnya.

3. Tahun ini Pemkab akan perbaiki sejumlah ruas jalan

Perbaikan jalan yang dilakukan Dinas PUPR Tulungagung. IDN Times/istimewa

Sementara itu, Plt Kabid Bina Marga Dinas PUPR Tulungagung, Ahmad Rifai Sodik mengatakan, pada awal tahun 2026 Pemkab Tulungagung telah memasukan beberapa daftar ruas jalan rusak untuk prioritas perbaikan. Perbaikan dilakukan menggunakan APBD Tulungagung. Jalan di Desa Sambirobyong sendiri sudah masuk dalam paket pekerjaan perbaikan jalan tahun ini. Sodik membenarkan bahwa ruas jalan Desa Sambirobyong memang lama tidak tersentuh perbaikan Pemkab Tulungagung. Namun tahun 2025 lalu, Pemkab Tulungagung telah mencoba mengusulkan perbaikan melalui pendanaan Inpres Jalan Daerah (IJD), namun pemerintah pusat tidak menyetujui.

"Kami sudah coba usulkan ke IJD, tapi tidak disetujui oleh pemerintah pusat. Sehingga kami akan melakukan perbaikan menggunakan APBD Tulungagung," pungkasnya.

Editorial Team