Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prose pendampingan psikologi yang telah dilakukan DP3APPKB.jpeg
Pendampingan psikologi kasus perundungan anak. (Dok. Istimewa)

Intinya sih...

  • Pemerintah Kota Surabaya mengawasi pelaku perundungan yang tetap bersekolah, dengan pendampingan khusus dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

  • Korban dan pelaku juga dilakukan pengawasan saat berada di rumah, dengan warga diminta untuk turut serta melakukan pengawasan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

  • Kepala DP3APPKB Kota Surabaya, Ida Widayati, mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam bersosial media dengan tidak menyebarluaskan video dugaan perundungan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Kota Surabaya telah menindaklanjuti kasus perundungan yang melibatkan sekelompok remaja perundungan. Kini, mereka masih tetap sekolah, tatapi dalam pengawasan.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati mengatakan, pihaknya tidak mungkin mengeluarkan pelaku dari sekolah. Korban dan para pelaku bersekolah di sekolah yang berbeda.

"Ya enggak mungkinlah. Justru anak-anak yang dengan karakternya seperti itu yang harusnya kita cari solusinya bersama. Tidak sekolah itu tidak menjadi solusi. Jadi, anak ini tetap sekolah," ujar Febri, Senin (2/2/2026).

Febri menuturkan, meski tetap bersekolah, mereka mendapat pendampingan khusus dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya. Pendampingan dilakukan agar pelaku tidak melakukan hal yang sama terhadap remaja lainnya.

"Tetap didampingi pendampingan dari Bu Ida dan tim itu. Tetap sekolah. Tidak ada istilah kami juga kalau ada anak yang sudah sudah kadung seperti itu atau keadaan-keadaan kayak gitu itu tidak ada yang kami keluarkan. Kami lakukan pendampingan," ungkap dia.

Selain di sekolah, korban dan pelaku juga dilakukan pengawasan saat berada di rumah. Warga diminta untuk turut serta melakukan pengawasan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

"Ya, kalau pengawasan sudah di luar sekolah kan tentunya juga warga. Ya, monggo mari sama saya dibantu untuk menyuarakan bahwa untuk membuat dan menjaga anak-anak didik kita dengan pendidikan yang luar biasa itu semuanya ikut rembuk di situ, kita gandeng tangan," ungkap dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan perundungan melibatkan sekelompok remaja perempuan viral di media sosial. Perundungan itu terjadi di Kelurahan Tambakrejo, Surabaya.

Pihak Kelurahan Tambakrejo bersama perangkat RW dan Bimaspol telah berupaya melakukan mediasi untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Namun, karena tidak tercapai kesepakatan antar pihak, orang tua korban memilih menempuh jalur hukum.

Kepala DP3APPKB Kota Surabaya, Ida Widayati mengungkapkan, laporan polisi telah dilakukan pada 1 Januari 2026 dengan nomor TBL-B/01/I/2026/SPKT/POLSEK SIMOKERTO. “Korban juga telah menjalani visum di RSUD dr. Soewandhi sebagai bagian dari proses penyelidikan,” jelasnya.

Akibat trauma yang dialami, korban dilaporkan mengalami gangguan tidur. Pendampingan psikologis lanjutan telah dilakukan oleh psikolog klinis, Linda Hartati, S.Psi, M.Psi. Namun, mengingat kondisi korban yang cukup tertekan, korban diarahkan ke psikiater di National Hospital.

“Hasil pemeriksaan psikiatri menunjukkan korban mengalami depresi dan memerlukan bantuan medis agar bisa beristirahat dengan baik," jelas Ida.

Terkait kasus ini, Ida mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam bersosial media dengan tidak menyebarluaskan video dugaan perundungan, mengingat seluruh pihak yang terlibat baik korban maupun terduga pelaku masih di bawah umur.

“Masyarakat diimbau berhenti menyebarkan video yang memperlihatkan wajah mereka demi melindungi masa depan anak-anak tersebut,” imbaunya.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat yang melihat atau mengetahui adanya tindakan kekerasan atau perundungan, segera hubungi layanan darurat Command Center 112.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pihak terkait untuk memastikan perlindungan terbaik bagi anak. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak di Kota Surabaya," pungkasnya.

Editorial Team