Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Times/Ardiansyah Fajar.
Kondisi pergantian tahun di Kota Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Intinya sih...

  • Jalan Tunjungan, Surabaya, menjadi pusat perayaan tahun baru 2026 tanpa pesta kembang api resmi.

  • Meskipun tanpa panggung megah, masyarakat tetap antusias merayakan dengan menyalakan kembang api kecil secara mandiri.

  • Tunjungan bukan hanya lokasi, tapi juga ruang bersama bagi orang-orang dari berbagai latar belakang untuk bertemu dan berbagi momen.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Malam belum sepenuhnya larut ketika Jalan Tunjungan, Surabaya, berubah menjadi lautan manusia. Lampu-lampu jalan berpendar keemasan, menyinari ribuan wajah yang datang dengan satu tujuan. Menyambut pergantian tahun 2026 di ikon kota Pahlawan.

Deru kendaraan nyaris tak bergerak. Sepeda motor berhimpitan, pejalan kaki memenuhi trotoar hingga badan jalan. Ponsel-ponsel terangkat ke udara, merekam momen yang bagi banyak orang terasa sederhana, namun bermakna.

Tanpa panggung megah, tanpa konser resmi, Tunjungan tetap hidup. Tidak ada pesta kembang api besar yang disiapkan Pemerintah Kota Surabaya malam itu. Namun hal tersebut tak menyurutkan antusiasme masyarakat.

Dari sudut-sudut jalan, kembang api kecil dinyalakan secara mandiri. Letupannya memecah langit malam, disambut sorak dan tawa, seolah menegaskan bahwa perayaan tak selalu harus terorganisir untuk terasa istimewa.

“Senang saja bisa kumpul di sini. Ramai, tapi hangat,” ujar Nova, salah satu warga yang datang bersama temannya, Sania. Keduanya sengaja memilih Jalan Tunjungan karena ingin merasakan suasana tahun baru yang lebih dekat dengan denyut kota.

Bagi sebagian pengunjung, Tunjungan bukan sekadar lokasi. Ia adalah ruang bersama. Tempat orang-orang dari berbagai latar belakang bertemu, berpapasan, lalu berbagi momen tanpa perlu saling mengenal. Tak sedikit pula warga dari luar Surabaya yang ikut larut, menjadikan malam pergantian tahun sebagai alasan singkat untuk singgah di jantung kota.

Harapan pun mengalir di tengah keramaian. "Semoga tahun 2026 diimpikan sebagai tahun yang lebih baik. Indonesia yang semakin makmur, jauh dari bencana dan mara bahaya. Surabaya yang tetap kondusif, tempat warganya bisa hidup berdampingan dengan damai dan tenang," harap Sania.

Editorial Team