Bupati Jember Faida (IDN Times/Fitang Budhi Adhitia)
Pertanyaan yang disampaikan lembaga survei PRC kepada responden terkait siapa yang bakal dipilih, menggunakan dua cara, tertutup dan tidak.
Pertama, model tertutup responden diminta memilih tanpa ditunjukkan nama dan foto, dan model terbuka dengan menunjukkan foto dan nama. Keduanya masih menunjukkan Paslon 01 unggul, meski hanya selisih tipis.
Pertanyaan model tertutup menunjukkan Paslon 01 sebesar 35,6 persen, Paslon 02, sebesar 35,2 persen atau hanya selisih 04 persen. Sementara pertanyaan dengan terbuka, Paslon 01 sebesar 31,8 persen dan Paslon 02 sebesar 30,4 persen atau hanya selisih 1,4 persen.
"Dan dari responden 'apakah akan gunakan hak suara, 99 persen iya'. Tapi ini belum bisa jadi ukuran partisipasi. 38,6 persen, sudah menentukan saat hari pencoblosan, 26,0 persen saat kampanye dan 24,2 persen saat sebelum masa kampanye," ujar Munir.
Sementara itu, dari hasil survei juga menunjukkan, 53,8 persen sudah yakin terhadap pilihannya. Kemudian 29,6 persen masih membingungkan dan 16,6 persen tidak tahu.
Dari situ, Munir menilai belum bisa dikatakan siapa yang paling unggul dalam kontestasi Pilkada Jember 2020 yang berlangsung 9 Desember nanti. Semuanya masih bisa berubah.
"Masing masing ini ada potensi naik, kita tidak bisa menentukan siapa pemenangnya," ujarnya.
Survei PRC dilakukan pada 26 November 2020 hingga 2 Desember 2020. Dari sampel 500 responden yang yang tersebar di 31 kecamatan dan 50 desa yang terpilih secara acak sebagai basis survei.