Surabaya, IDN Times - Kabar mengenai penurunan kualitas jalan di Jembatan Suramadu ramai beredar di media sosial. Sejumlah unggahan menampilkan kondisi permukaan jalan yang disebut mengalami kerusakan dan dinilai membahayakan pengguna.
Menanggapi hal tersebut, Satuan Kerja Pengelolaan Jembatan Suramadu (Satker PJBH Suramadu) memastikan kondisi jembatan tetap aman dan layak dilalui. Kerusakan yang terlihat di beberapa titik disebut sebagai bagian dari proses pekerjaan preservasi atau pemeliharaan berkala.
Kasatker PJBH Suramadu, Suparyanto, dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa pekerjaan preservasi memang berdampak langsung pada kelancaran arus lalu lintas, namun hal itu dilakukan demi menjaga kualitas dan usia layanan jembatan. “Sebagai penghubung vital Jawa - Madura, keberadaan Jembatan Suramadu berperan penting dalam menjaga stabilitas konektivitas kawasan dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Menurut Suparyanto, salah satu fokus utama preservasi saat ini adalah penggantian expansion joint, yakni komponen yang berfungsi mengakomodasi pergerakan struktur akibat perubahan suhu, beban kendaraan, serta faktor lingkungan lainnya.
“Penggantian yang dilakukan tepat waktu dapat mencegah risiko kerusakan struktural yang lebih besar di kemudian hari,” jelasnya.
Selain itu, perbaikan perkerasan aspal juga dilakukan untuk menjaga kenyamanan berkendara dan mengurangi potensi kecelakaan. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan bagian dari strategi jangka panjang menjaga keberlanjutan infrastruktur nasional.
Dalam pengelolaannya, Satker PJBH Suramadu juga memanfaatkan teknologi sensor untuk memantau kondisi struktur jembatan secara real time. Sensor tersebut merekam data teknis seperti getaran, pergeseran, hingga tegangan pada elemen jembatan yang kemudian dianalisis oleh tim teknis sebagai dasar pengambilan keputusan.
Pengawasan lapangan turut diperkuat melalui pemeriksaan rutin oleh penilik jalan dan patroli pengamanan. Setiap potensi kerusakan diklaim dapat ditangani dalam waktu 1x24 jam.
Di sisi keamanan, Satker PJBH Suramadu juga bersinergi dengan kepolisian. Kerja sama ini salah satunya membuahkan hasil dengan digagalkannya upaya pencurian kabel di area jembatan.
“Dengan seluruh rangkaian kegiatan preservasi yang telah dilakukan, kami menegaskan bahwa Jembatan Suramadu berada dalam kondisi aman dan layak digunakan hingga masa layan rencana 100 tahun. Keselamatan pengguna menjadi prioritas utama,” tegas Suparyanto.
