Surabaya, IDN Times - Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, memastikan kondisi pasokan LPG 3 kilogram (kg) dalam keadaan aman usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah daerah, termasuk Tuban.
Emil menegaskan, persoalan LPG bukan semata pada jumlah stok, melainkan kelancaran distribusi di lapangan. Menurutnya, selama distribusi berjalan baik, kebutuhan masyarakat akan tetap terpenuhi. “Stok itu dinamis dan terus mengalir. Yang penting distribusinya lancar, sehingga saat dibutuhkan pasokan bisa segera tersedia,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Dari hasil sidak, Emil menemukan bahwa suplai LPG masih rutin masuk ke wilayah-wilayah, termasuk warung dan pengecer di sepanjang jalur distribusi. Kondisi ini menunjukkan tidak ada gangguan signifikan dalam penyaluran.
Emil mencontohkan kejadian di Banyuwangi yang sempat mengalami lonjakan konsumsi akibat panic buying. Saat itu, pasokan langsung ditambah hingga 73 persen dari kondisi normal untuk menstabilkan situasi. “Sekarang kondisinya sudah kembali normal dan tidak terjadi di daerah lain,” katanya.
Hal serupa juga sempat terjadi di Kabupaten Tuban, di mana konsumsi LPG meningkat tidak biasa. Untuk mengantisipasi, pemerintah bersama Pertamina menyalurkan tambahan 12.000 tabung LPG 3 kg melalui operasi pasar dan distribusi tambahan.
Sementara berdasarkan data PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, stok LPG di tingkat depo saat ini berada di kisaran 4,4 hari. Namun angka tersebut bukan gambaran total ketersediaan. “Kalau dihitung secara nasional, termasuk yang masih dalam pengiriman dan di pelabuhan, stok mencapai sekitar 20 hari,” jelasnya.
Emil menambahkan, perbedaan angka tersebut kerap disalahartikan. Stok di depo merupakan bagian dari rantai distribusi, sementara pasokan lainnya masih bergerak menuju titik distribusi.
Pemerintah dan Pertamina juga menjamin distribusi LPG melalui sekitar 36.000 pangkalan di seluruh Jawa Timur. Harga di tingkat pangkalan dipastikan sesuai ketentuan, yakni sekitar Rp18.000 per tabung.
Untuk mencegah kelangkaan, Emil mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan dan tetap menggunakan LPG sesuai kebutuhan. “Kepanikan justru bisa memicu kelangkaan. Gunakan secara bijak, tidak perlu mengubah pola konsumsi secara drastis,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah mendorong pelaku UMKM memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) agar dapat mengakses LPG subsidi hingga maksimal 15 tabung per bulan. Proses pendaftaran juga dipermudah melalui sistem OSS dan layanan jemput bola di lapangan.
