Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2026-01-20 at 13.23.22 (1).jpeg
SPPG penyuplai MBG siswa SMKN 3 Boyolangu. IDN Times/bramanta pamungkas

Intinya sih...

  • SPPG baru berjalan dua bulan, distribusi 2.819 porsi MBG setiap hari ke berbagai kalangan.

  • SPPG masih dalam proses pengajuan SLHS dan operasional sementara dihentikan.

  • Total terdapat 70 SPPG di Tulungagung, 18 di antaranya belum memiliki SLHS.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tulungagung, IDN Times - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Mutiara Rawa Selatan yang berada di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung diketahui belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). SPPG tersebut memasok kebutuhan MBG di SMKN 3 Boyolangu. Ratusan siswa di sekolah tersebut mengalami diare usai menyantap menu MBG yang diproduksi SPPG ini.

1. SPPG baru berjalan dua bulan, setiap hari distribusikan 2.819 porsi MBG

Petugas saat memeriksa kondisi SPPG di Tulungagung. IDN Times/Bramanta Pamungkas

Koordinator Wilayah BGN Tulungagung, Sabrina Mahardhika mengatakan SPPG ini baru beroperasi sekitar dua bulan terakhir. Setiap hari SPPG ini mendistribusikan 2.819 porsi MBG. Adapun sasaran penerima manfaat mulai dari pelajar PAUD, TK, SD, SMK hingga ibu hamil dan menyusui. "Hari ini tadi mereka mengirim MBG ke SMKN 3 Boyolangu, tapi karena ada laporan gejala keracunan semua makanan ditarik kembali oleh SPPG," ujarnya, Selasa (20/1/2026).

2. Masih dalam tahap proses pengajuan SLHS

Petugas saat memeriksa kondisi SPPG di Tulungagung. IDN Times/Bramanta Pamungkas

SPPG ini diketahui belum mengantongi SLHS. Saat ini mereka masih dalam proses pengajuan. Sembari menunggu hasil uji laboratorium sisa makanan, untuk sementara waktu operasional SPPG diberhentikan. Pihaknya juga melakukan observasi terkait SOP SPPG."SPPG ini baru berjalan dua bulan. Belum memiliki SLHS. Tapi mereka sudah mengajukan, tapi SLHS nya belum keluar," tuturnya.

3. Total terdapat 70 SPPG yang telah beroperasi di Tulungagung

SPPG penyuplai MBG siswa SMKN 3 Boyolangu Tulungagung. IDN Times/Bramanta Pamungkas

Saat ini total terdapat 70 SPPG yang telah beroperasi di Tulungagung. Dari jumlah tersebut masih ada 18 SPPG yang belum mengantongi SLHS. Kasus dugaan keracunan SPPG telah terjadi sebanyak dua kali di Tulungagung. Diantaranya, di SMPN 1 Boyolangu pada Oktober 2025 dan di SMKN 3 Boyolangu. "Ini kasus kedua, dan mudah-mudahan tidak ada lagi," pungkasnya.

Sebelumnya, ratusan pelajar di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung mengalami diare usai menyantap MBG dari SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan di Desa Moyoketen. Satgas MBG Tulungagung telah melakukan peninjauan kondisi lapangan dan mengambil sisa sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium.

Editorial Team