Ngawi, IDN Times – Upaya menekan stunting di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur terus menunjukkan tren positif. Salah satu inovasi yang kini mencuri perhatian di desa kedua dampingan adalah menu bergizi “Sop Matahari”, yang menjadi andalan warga untuk memenuhi kebutuhan gizi balita dan ibu hamil.
Program berbasis pangan lokal ini merupakan bagian dari percepatan penurunan stunting melalui Program PASTI (Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia). Inisiatif ini menekankan kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Seperti diketahui, stunting masih menjadi persoalan prioritas nasional. Meski prevalensinya turun dari 37,2 persen pada 2013 menjadi 21,5 persen pada 2023, kesenjangan antarwilayah masih menjadi tantangan yang harus diatasi secara bersama.
Salah satu kepala desa di Ngawi, Adri Wika Cahyono, menyebut angka stunting di wilayahnya turun signifikan.
“Alhamdulillah, dari sekitar 33 kasus kini tinggal sekitar 12 kasus. Ini berkat kolaborasi warga dan pemanfaatan bahan pangan lokal,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Menu Sop Matahari sendiri digemari karena tampilannya menarik dan rasanya disukai anak-anak. Teksturnya yang menyerupai bakso dengan isian padat gizi membuatnya mudah dikonsumsi balita.
Sop Matahari Jadi Andalan Tekan Stunting di Ngawi, Begini Cara Buatnya

1. Resep sop matahari andalan warga
Menu ini dibuat dari bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan desa, seperti:
Daging ayam (±51 gram)
Ikan patin (±49 gram)
Hati ayam (±28 gram)
Telur ayam 1 butir
Wortel, kentang, daun kelor
Tepung terigu dan maizena
Bawang merah dan bawang putih
Garam, gula, margarin
2. Cara membuat sop matahari
Pembuatan menu ini juga rutin diajarkan melalui demo masak di pos gizi:
Cincang halus semua bahan utama seperti ayam, ikan, hati, dan sayuran.
Tumis bawang merah dan putih, lalu campurkan dengan bahan cincangan.
Tambahkan tepung terigu, aduk rata, kemudian kukus hingga matang.
Kocok telur dan maizena, buat telur dadar tipis.
Selanjutnya, masukkan adonan ke dalam telur dadar, bentuk bulatan di tengah.
Buat kuah sup dari tumisan bawang dan air mendidih.
Langkah terakhir, sajikan dengan menyiram kuah hangat di sekeliling telur isi.
3. Dampak nyata bagi warga
Program ini tak hanya menyasar balita, tetapi juga ibu hamil berisiko kekurangan energi kronis (KEK). Salah satu warga, Risma, mengaku merasakan manfaatnya setelah rutin mengonsumsi menu tersebut.
“Dulu lingkar lengan saya sekitar 23, sekarang sudah 27. Berat badan juga naik,” katanya.
Para ibu lainnya juga menyebut anak-anak mereka kini lebih lahap makan dan mengalami peningkatan berat badan.
4. Bagian dari Program PASTI
Program PASTI merupakan kolaborasi antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Tanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), dan PT Bank Central Asia Tbk, yang diimplementasikan oleh Wahana Visi Indonesia.
Program ini menargetkan percepatan penurunan stunting dan perbaikan status gizi masyarakat hingga Januari 2027 melalui berbagai intervensi berbasis komunitas.
5. Target zero stunting 2027
Dengan dukungan relawan dan program pos gizi, pemerintah desa optimistis target nol stunting bisa tercapai pada 2027.
“Target kami zero stunting, dan program ini akan terus berlanjut,” tegas Adri.
Melalui inovasi sederhana seperti Sop Matahari, serta dukungan program nasional seperti PASTI, membuktikan bahwa pemanfaatan bahan lokal dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci efektif dalam menekan stunting, mulai dari tingkat desa hingga nasional.