Surabaya, IDN Times - Sinusitis masih menjadi “penyakit diam-diam” yang kerap dianggap sepele, padahal dampaknya bisa mengganggu kualitas hidup secara signifikan. Hidung tersumbat berkepanjangan, nyeri wajah, sakit kepala hingga gangguan tidur sering kali bukan sekadar flu biasa, melainkan tanda gangguan sinus yang membutuhkan penanganan medis tepat.
Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya, Bona Fernando, menyebut salah satu tantangan utama sinusitis adalah keterlambatan penanganan akibat rendahnya kesadaran masyarakat terhadap gejala awal.
“Sinusitis sering dianggap ringan, padahal banyak pasien datang saat kondisi sudah berat. Kami ingin mendorong deteksi dini agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Salah satu solusi yang dihadirkan adalah prosedur nasal endoskopi minimal invasif. Metode ini memungkinkan dokter melihat dan menangani kondisi sinus secara lebih presisi tanpa sayatan besar. Metode ini diterapkan di layanan Sinus Center, Mayapada Hospital.
Menurut dokter spesialis THT, dr. Budi Sutikno, teknologi ini menjadi terobosan dalam penanganan sinusitis modern. “Dengan nasal endoskopi, diagnosis lebih akurat dan tindakan bisa dilakukan dengan minim sayatan. Pasien juga merasakan pemulihan yang lebih nyaman,” jelasnya.
Keunggulan lain dari pendekatan ini adalah kenyamanan pasien. Prosedur dirancang minim nyeri, tanpa tampon, dan memungkinkan pasien pulang di hari yang sama atau keesokan harinya.
Tak hanya fokus pada pengobatan, layanan ini juga mengedepankan pencegahan melalui inovasi digital berupa Sinus Symptom Checker. Fitur ini memungkinkan masyarakat melakukan skrining mandiri melalui kuesioner sederhana untuk mengetahui risiko sinusitis sejak dini.
Pendekatan ini dinilai penting karena sinusitis sering berkembang perlahan tanpa gejala yang disadari. Akibatnya, banyak pasien baru mencari pertolongan saat kondisi sudah kronis dan mengganggu aktivitas harian. Melalui kombinasi teknologi medis dan edukasi publik, layanan ini diharapkan dapat mengubah pola penanganan sinusitis dari yang reaktif menjadi lebih preventif.
