Malang, IDN Times - Masyarakat Kota Malang tampaknya harus bersiap dengan kemacetan di sekitar Stadion Gajayana pada 7 dan 8 Februari 2026 mendatang. Dua hari itu akan menjadi puncak peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang diperkirakan akan dihadiri ratusan ribu orang.
Lebih dari 1000 Bus Diperkirakan Masuk Kota Malang saat Harlah 1 Abad NU

Intinya sih...
Lebih dari 1000 bus diperkirakan memadati Kota Malang saat Harlah 1 Abad NU
Dishub Kota Malang akan memetakkan lokasi drop zone dan parkir untuk mengantisipasi kemacetan
Dishub Kota Malang masih pertimbangkan opsi buka tutup jalan untuk mengatasi kemacetan parah
1. Dishub Kota Malang memperkirakan ada lebih dari seribu bus yang datang ke Kota Malang
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan jika ia memperkirakan setidaknya ada lebih dari 1.000 bus yang akan memadati sekitar wilayah Stadion Gajayana. Jumlah ini belum termasuk kendaraan pribadi yang juga akan merapat ke Stadion Gajayana.
"Kemarin kami melakukan survei bersama Satlantas Polresta Malang Kota, Ditlantas Polda Jawa Timur, dan PWNU Jawa Timur. Jadi akan ada beberapa rencana telah dibahas dan akan segera difinalkan," terangnya pada Rabu (28/1/2026).
Ia juga memperkirakan akan ada sekitar 100.000 orang yang akan menghadiri Harlah 1 Abad NU di Stadion Gajayana. Mereka yang akan hadir diketahui dari berbagai penjuru Jawa Timur.
2. Dishub Kota Malang akan memetakkan lokasi-lokasi yang akan jadi drop zone
Demi mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan yang menyebabkan kemacetan parah, Dishub Kota Malang telah memetakan beberapa lokasi yang akan jadi drop zone peserta Harlah 1 Abad NU. Mereka juga akan dibantu oleh Satlantas Polresta Malang Kota untuk mengatur lokasi-lokasi yang akan jadi drop zone.
"Lokasi-lokasi yang akan jadi drop zone di antaranya seperti Jalan Ijen, Jalan Kawi, Jalan Bromo, dan Simpang Balapan Ijen. Nanti kita akan dibantu Satlantas Polresta Malang Kota untuk mengatur lalu lintas," jelasnya.
Sementara untuk lokasi parkir bus dan kendaraan pribadi, Widjaja mengatakan ia mempersiapkan beberapa titik seperti di Islamic Center, Jalan Wilis, Jalan Veteran, dan Lapangan Rampal. "Selain itu kita juga mempersiapkan tempat transit agar peserta bisa beristirahat. Diantaranya di Bakorwil Malang, Polkesma, SMKN 3 Malang, Lapangan Tenis Jalan Surabaya, Lapangan Rektorat UM, Graha Cakrawala, Samantha Krida UM, MIN 1 Malang, MAN 2 Malang, SMPN 8 Malang, dan Masjid Jami' Kota Malang," imbuhnya.
3. Dishub Kota Malang masih pertimbangkan opsi buka tutup jalan
Sementara untuk opsi buka tutup jalan, Widjaja mengatakan jika pihaknya masih mempertimbangkan solusi tersebut. Ia masih perlu melihat kondisi lalu lintas pada tanggal 7 dan 8 Februari 2026, jika memang terjadi kepadatan parah, ia akan menerapkan buka tutup jalan untuk memecah kemacetan.
"Jadi kita lihat dulu dari kondisi jalan apakah dibutuhkan pengalihan atau penutupan jalan. Memang sifatnya insidentil," pungkasnya.