Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Riyanto
Polisi memasang police line di SDN Tiron 02, Desa Tiron, Kecamatan/Kabupaten Madiun. IDN Times/Riyanto.

Intinya sih...

  • Kejadian terungkap oleh penjaga sekolah

  • Pelaku masuk lewat jendela, CCTV mati 3 bulan

  • Polisi duga pelaku lebih dari satu orang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Madiun, IDN Times – Aksi pencurian dengan cara membobol jendela terjadi di SDN Tiron 02, Desa Tiron, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Selasa dini hari (17/2/2026). Sebanyak 12 unit Chromebook dilaporkan raib, diduga digondol lebih dari satu pelaku.

1. Terungkap pagi hari oleh penjaga sekolah

Polisi memasang police line di SDN Tiron 02, Desa Tiron, Kecamatan/Kabupaten Madiun. IDN Times/Riyanto.

Kasus ini pertama kali diketahui sekitar pukul 05.00 WIB oleh penjaga sekolah bernama Dadang. Ia mendapati jendela belakang dalam kondisi rusak dan ruangan berantakan.

Guru setempat, Andri Al Hamid, mengaku langsung dihubungi penjaga sekolah begitu kejadian diketahui. “Saya dihubungi penjaga sekolah bahwa sekolah dibobol maling,” ujarnya.

2. Masuk lewat jendela, CCTV sudah mati 3 bulan

Polisi memasang police line di SDN Tiron 02, Desa Tiron, Kecamatan/Kabupaten Madiun. IDN Times/Riyanto.

Pelaku diduga masuk dengan cara mencongkel jendela belakang sekolah, tepatnya menuju ruang kepala sekolah. Dua ruangan yang menjadi sasaran yakni ruang guru dan ruang kepala sekolah.

Sayangnya, aksi tersebut tak terekam kamera pengawas. CCTV sekolah diketahui sudah tidak berfungsi selama tiga bulan terakhir.

Barang yang hilang meliputi 12 unit Chromebook, satu laptop, dan satu hard disk.

3. Polisi duga pelaku lebih dari satu orang

Polisi memasang police line di SDN Tiron 02, Desa Tiron, Kecamatan/Kabupaten Madiun. IDN Times/Riyanto.

Kapolsek Nglames, Agustinus Dwi Cahyono, membenarkan adanya laporan tersebut. “Dari hasil olah TKP pelaku diduga masuk melalui jendela belakang sekolah dengan cara mencongkel. Diduga lebih dari satu orang,” jelasnya.

Tim Inafis Polres Madiun telah melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di lokasi. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, sementara polisi masih melakukan penyelidikan untuk memburu para pelaku.

Kasus ini menambah daftar panjang pencurian yang menyasar fasilitas pendidikan di wilayah Madiun.

Editorial Team