Surabaya, IDN Times - Satu orang pelaku pembacokan di Jalan Pragoto II, Surabaya ditangkap. Pelaku adalah AR (45) warga Rusun Sombo, Simolawang Surabaya.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto membenarkan penangkapan ini. AR adalah orang yang menusuk korban MJ (57). "Iya dia AR pelakunya (yang menusuk). Pelaku tunggal," ujar Edy, Sabtu (25/4/2026).
Di samping itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, mulai dari senjata tajam yang diduga digunakan untuk menusuk korban, jaket hingga topi.
Sementara itu, Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Evan Caesar Ibrahim hasil penyelidikan polisi, pelaku sementara masih satu orang. Tidak menutup kemungkinan, akan ada pelaku lainnya.
"Sementara satu (pelaku) sesuai dengan fakta saat ini. Kalau dari keterangan dan alat bukti ada peran pelaku lain kita infokan (perkembangan)," pungkas dia.
Diberitakan sebelumnya,seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah di kawasan Jalan Pragoto, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Surabaya, Kamis (23/4/2026) pagi. Korban berinisial M diduga menjadi korban pembunuhan, dengan sejumlah luka serius akibat senjata tajam di tubuhnya.
Kapolsek Simokerto, Zainur Rofiq mengungkapkan penemuan korban bermula dari laporan warga yang curiga dengan kondisi pria tersebut. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
“Awalnya informasi dari warga di Jalan Pragoto nomor 37. Korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan kondisi bersimbah darah,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sementara, polisi menemukan luka akibat kekerasan di bagian dada dan kepala korban. Luka tersebut diduga berasal dari sabetan atau tusukan senjata tajam.
''Di dada ada luka sabetan atau penancapan benda tajam, kemudian juga ada luka di kepala. Untuk detailnya nanti menunggu hasil autopsi,” jelasnya.
Polisi menduga kuat korban tidak diserang oleh satu orang. Berdasarkan keterangan awal, pelaku lebih dari dua orang dan saat ini masih dalam pengejaran. “Informasi yang kami dapat, pelakunya lebih dari dua orang. Anggota sudah kami turunkan untuk melakukan pencarian,” tegasnya.
Kasus ini juga diduga berkaitan dengan persoalan pribadi. Dari keterangan keluarga, korban dan terduga pelaku memiliki hubungan kerabat dan sempat berada di satu lokasi sebelum kejadian. “Dari informasi keluarga, korban dan terduga pelaku ini masih ada hubungan saudara. Bahkan sebelumnya sempat berada di rumah kerabat,” ungkapnya.
Selain itu, motif asmara turut mengemuka dalam penyelidikan awal. Polisi menerima informasi adanya dugaan konflik akibat pengkhianatan dalam hubungan pribadi, meski hal tersebut masih didalami lebih lanjut. “Kabar yang kami dengar ada kaitan asmara, tapi itu masih kami dalami,” tambahnya.
Dari keterangan saksi, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada pagi hari antara pukul 05.00 hingga 07.00 WIB. Polisi kini tengah menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk memastikan kronologi kejadian. “Ada beberapa CCTV yang sudah kami lihat, tapi masih perlu pendalaman untuk memastikan waktunya,” katanya.
