Surabaya, IDN Times - Satu orang terduga pelaku joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 ditangkap di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Selasa (21/4/2026). Modusnya, terduga datang terlambat.
Koordinator pelaksana UTBK UPN Veteran Jawa Timur 2026, Eka Prakarsa mengatakan, UPN Veteran Jawa Timur juga menugaskan 30 orang teknisi terlatih dan 210 orang pengawas terlatih, meskipun sudah diantisipasi sangat ketat, masih ada saja upaya kecurangan yang dilakukan oleh peserta UTBK. Seperti yang terjadi pada UTBK SNBT hari pertama. “Dia datang tergesa-gesa saat semua peserta sudah masuk dan mendekati waktu ujian, harapannya pengawas lengah, tidak melakukan screening dengan maksimal dan dia tetap bisa dipersilahkan masuk mengikuti ujian ” ujar Eka, Rabu (22/4/2026).
Sesuai dengan prosedur yang ditetapkan Panitia Pusat UTBK, setiap peserta tetap diperkenan mengikuti ujian selama waktu pengerjaan ujian belum dimulai, meskipun datang terlambat. Setiap peserta akan memasuki dua ruangan yaitu ruang transit dan ruang ujian. Di Ruang Transit peserta akan menjalani pemeriksaan body checking dan verifikasi dokumen, sebelum memasuki ruang ujian.
“Karena kedatangannya mepet dengan waktu ujian, pengawas langsung mengarahkan pelaku ke ruang ujian dengan prosedur tetap melakukan body checking, dan verifikasi dokumen sebagai prosedur minimal, begitu datanya sama, kita persilahkan memasuki ruang ujian” kata eka.
Namun, saat memastikan kesamaan wajah, pengawas memiliki keraguan karena wajah pelaku berbeda dengan peserta terdaftar. Apalagi setelah melakukan pendalaman kasus melalui verifikasi dan konfirmasi dengan pihak sekolah asal.
“Dari awal masuk ruang pemeriksaan, peserta menunjukkan gelagat mencurigakan. Ia sering menutupi wajah lalu kita lakukan kroscek identitas dan ternyata berbeda”. ungkap Eka.
Ternyata dugaan tidak meleset, yang bersangkutan diduga joki. Selanjutnya temuan Eka dilaporkan kepada Ketua pelaksana UTBK UPN Veteran JAtim untuk proses lebih lanjut.
Sementara itu, Ketua Pelaksana UTBK UPN Veteran Jawa Timur, Euis Nurul Hidayah menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan panitia pusat penyelenggara UTBK dan memproses pelaku sesuai dengan ketentuan baku yang ditetapkan oleh panitia pusat. Selain itu, Euis juga telah berkoordinasi dan menyerahkan kasus tersebut pada pihak berwenang.
Menurut Euis, kasus semacam ini bukan yang pertama di UPN Veteran Jawa Timur, di tahun 2022 kampus Bela Negara itu juga pernah berhasil mengungkap sindikat pelaku kecurangan UTBK. Sejak itu, pihaknya terus berkomitmen untuk meningkatkan dan memperketat pengawasan UTBK.
“Kami sudah memetakan potensi-potensi kecurangan sejak awal. Pemetaan itu kami kaji dari evaluasi pelaksanaan UTBK dan isu-isu di tahun-tahun sebelumnya, sehingga kita kuatkan melalui system keamanan dalam pelaksanaan UTBK” ungkapnya.
Euis menegaskan, temuan kecurangan ini menunjukkan keseriusan UPN Veteran Jawa Timur dalam menjaga UTBK agar berjalan dengan lancar, tertib dan berintegritas
Pada tahun 2026 Panitia Pusat UTBK UPN Veteran Jawa Timur ini UPN Veteran Jatim melayani peserta UTBK sebanyak 10.339 orang dari berbagai daerah, dengan menyiapkan 680 komputer dan 10 persen komputer Cadangan disetiap sesinya.
