Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Santap Soto di Acara Nikahan, Puluhan Warga Lamongan Keracunan
Korban keracunan makanan diacara pernikahan tengah menjalani perawatan di Puskesmas Babat. IDN Times/Imron

Lamongan, IDN Times- Puluhan warga Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan terpaksa harus dilarikan ke Puskesmas karena mengalami keracunan. Keracunan itu diduga terjadi usai mereka menyantap hidangan soto di acara nikah di salah satu rumah warga kelurahan setempat. Para warga umumnya mengalami sakit perut yang disertai diare serta muntah-muntah. 

Hingga Kamis (6/8/2020), warga yang mengeluh kesakitan masih dirawat secara intensif. Sedangan bagi korban lainnya yang kondisinya sudah membaik sudah diperbolehkan pulang ke rumah mereka masing-masing.

1. Diperkirakan jumlah warga yang mengalami keracunan terus bertambah

Puskesmas Babat. IDN Times/Imron

Diperkirakan, jumlah warga yang mengalami keracunan akan terus bertambah, mengingat pemilik hajatan tersebut mengundang lebih dari 400 orang. "Untuk jumlah di RT saya saja ada 51 orang, kemungkinan jumlahnya bertambah karena yang diundang bukan hanya warga sekitar Babat tapi juga ada dari Surabaya dan Sidoarjo," kata Ketua RT 03 Abdullah Ismail.

2. Lima korban di antaranya adalah anak-anak

Korban keracunan makanan diacara pernikahan tengah menjalani perawatan di Puskesmas Babat. IDN Times/Imron

Untuk korban yang dirawat inap di Puskesmas Babat saja, lanjut Ismail, berjumlah 17 orang, 5  di antaranya adalah anak-anak. Ismail menjelaskan acara pernikahan sendiri berlangsung pada Senin (3/8/2020) lalu. Warga menghadiri acara resepsi pernikahan pada malam harinya. Namun dua hari kemudian banyak warga yang justru mengeluh sakit perut dan muntah-muntah. 

3. Warga yang keracunan adalah undangan yang datang di malam hari

Korban keracunan makanan diacara pernikahan tengah menjalani perawatan di Puskesmas Babat. IDN Times/Imron

Acaranya pernikahan itu dimulai pada pukul 13.00 WIB sampai menjelang adzan Maghrib. Warga yang datang di jam itu tidak langsung mengalami sakit perut atau keracunan. Sementara yang mengalami keracunan adalah warga yang datang setelah sholat magrib hingga pukul 20.00 WIB.

"Saya amati rata-rata orang yang mengalami keracunan itu mereka yang datang setelah Maghrib. Kenapa saya tahu karena saat itu saya sendiri yang menjadi penerima tamu di situ," terangnya.

4. Menu yang dihidangkan di acara resepsi soto dan es kopyor

Puskesmas Babat. IDN Times/Imron

Pada acara pernikahan itu, kata Ismail, warga disuguhi hidangan berupa soto ayam dan es kopyor. Sementara sisa hidangan yang disajikan diacara resepsi pernikahan tersebut juga sudah dibawa polisi dan petugas Puskesmas untuk diuji.

Hingga saat ini beberapa korban yang dirawat di Puskesmas Babat masih mengalami muntah-muntah dan mengeluh sakit perut. Sementara dokter puskesmas dan sejumlah perawat terus memberikan pertolongan.

Editorial Team