Surabaya, IDN Times - Baru-baru ini, empat lembaga IPEN, Ecoton, Nexus3 dan Arnika mengeluarkan laporan risetnya. Penelitian itu digelar di Dusun Klagen, Desa Tropodo, Krian, Sidoarjo dan Desa Bangun, Mojokerto. Hasilnya sampah plastik di sana dianggap meracuni rantai makanan.
Berdasarkan data yang didapat IDN Times, penelitian itu mengambil enam sample telur ayam kampung. Masing-masing telur dari Desa Tropodo dan Desa Bangun. Kedua desa tersebut saling bersimbiosis terkait sampah impor.
Telur yang diambil ini dari ayam kampung di sekitar sana yang mematuk makanan dari tanah dan debu-debu di sekitarnya. Kemudian ayam mencerna sejumlah tanah dalam pencernaannya.
Hal ini menjadikan ayam sebagai sampel aktif dari keberadaan kimia-kimia dalam tanah. Sebagian besar zat kimiawi ini dikenal sebagai polutan organik yang persisten larut dalam lemak dan berakumulasi dalam telur, yang memiliki kandungan lipid signifikan.